Inilah 5 Manusia yang Gila Berbelanja Sepanjang Sejarah

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

BOLAQIUQIU, Berita Akurat – Gila berbelanja seringkali dijadikan sebagai terapi yang efektif untuk segala persoalan dan kebutuhan terhadap gaya hidup. Di Inggris, bahkan jumlah orang yang memiliki ‘penyakit serius’ dan gila berbelanja. Penderita penyakit ini melebihi jumlah gabungan orang yang bermasalah terhadap alkohol dan obat-obatan terlarang.

Para ahli berpendapat bahwa 10% ( dengan jumlah perempuan 2x lipat dibandingkan dengan kaum laki-laki ) dari populasi adalah pembelanja konpulsif. Sebagian besar memiliki persoalan serius mengenai utang, ataupun kondisi yang memicu perpecahan keluarga, depresi atau bahkan perilaku bunuh diri.

Sejarah mencatat bahwa terdapat manusia ( yang pada zaman itu tergolong modern pada masanya ) yang gemar membelanjakan uangnya secara berlebiham. Berikut ini adalah daftar 5 orang manusia yang gila berbelanja:

1. Imelda Marcos

Istri presiden ke-10 Filipina, Ferdinand Marcos ini menjadi bahan perbincangan yang hangat dalam dunia konsumerisme. Dia memiliki kebiasaan dalam berbelanja yang membuat banyak orang terhenyak.

Sebagai seorang ibu negara, Imelda tidak menyia-nyiakan kekuasaan tersebut. Di bawah pemerintahan suaminya, Filipina memiliki angka korupsi yang tinggi, ekonomi yang terpuruk, tetapi keluarga presiden tetap bergelimang harta. Imelda Marcos meninggalkan sekitar 3.000 pasang sepatu pada saat dia dan suaminya melarikan diri dari Filipina pada revolusi pada tahun 1986.

Adapun salah satu cerita belanjaannya yang paling legendaris adalah ketika dia berlibur ke Roma, New York, dan Kopenhagen pada tahun 1983. Dalam perjalanan 90 hari itu, dia menghabiskan uang sekitar US$ 7 juta atau sekitar Rp 91 miliar ( kurs Rp 13.000 ) untuk berbelanja.

Di New York, dia menghabiskan US$ 3 juta atau sekitar Rp 39 miliar untuk membeli perhiasan mewah dan mobil limosin. Di Roma, dia membeli lukisan Michelangelo seharga US$ 3,5 juta atau sekitar Rp 45,5 miliar. Ketika berhenti di Bandara San Fransisco, Imelda menghabiskan uang sekitar Rp 26,7 juta hanya untuk membeli permen karet.

Dalam sebuah perjalanan ke Roma, Imelda meminta pesawatnya berputar balik. Imelda meminta hal itu karena pesawat tersebut tidak memiliki keju yang bisa disajikan dalah hidangan. Dia meminta pesawat kembali ke Roma hanya untuk membeli keju yang diinginkan oleh dia.

2. Mary Todd Lincoln

 Mary adalah istri dari Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat yang berjasa alam menghapuskan perbudakan. Berbeda dengan suaminya, Mary Todd Lincoln justru memiliki kebiasaan belanja yang sangat mencegangkan.

Mary langsung menghabiskan anggaran perbaikan rumah dan dekorasi selama 4 tahun. Pada saat itu, hanya dalam rentang waktu 1 tahun setelah dia datang ke Gedung Putih. Sebagian besar anggaran itu dihabiskan untuk membeli keramik Tiongkok dan wallpaper Prancis.

Akibat ulahnya itu, Mary pun terjerat hutang sehingga harus menjual berbagai furnitur Gedung Putih. Namun, setelah kejadian itu, dia juga tidak berhenti berbelanja. Dia membeli gaun senilai US$ 2.000 dan 300 pasang sarung tangan.

3. William Randolph Hearst

Setelah ibunya meninggal dunia karena epidemik flu pada tahun 1919, Hearst mewarisi US$ 11 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. Dengan uang tersbut, dia membeli 28 surat kabar terkemuka dan 18 majalah. Berkat kegilaan belanja ini, Hearst memiliki jaringan media terbesar di dunia dan melipatgandakan kekayaannya hingga 10x lipat pada masa itu.

Kemudian, pada tahun 1919 hingga 1947, Hearts menghabiskan jutaan dollar untuk menghiasi peternakan keluarganya di California. Dia juga mengubah bangunannya menjadi arsitektur Gothic dengan 56 kamar tidur, 61 kamar mandi, dan 19 ruang keluarga.

Gedung itu juga dihiasi dan dilengkapi dengan 155 vas Yunani kuno, patung Mesir, sebuah bioskop dan kebun binatang pribadi.

4. Gerd Heidemann

Jurnalis dan mata-mata Jerman Timur, Gerd Heidemann adalah penggemar berat Nazi. Saking menggemari Adolf Hitler, dia menjual rumahnya untuk membeli kapal yatch komandan Nazi, Hermann Georing

Akibatnya, Heidemann terbelit hutang sampai dia menemukan 62 volume buku harian Adolf Hitler. Heidemann kemudian meyakinkan majalah Jerman Barat, Stern, untuk membeli buku harian itu seharga US$ 5 juta atau Rp 66,7 miliar.

Lalu, pakar Hitler dari Newsweek dan Sunday Times mengautentikasikan keasliannya. Times membeli izin untuk membuat serial buku tersebut dalam bahasa Inggris. Beberapa hari kemudian, buku harian tersebut kemudian terbukti palsu. Heidemann ditangkap setelah menghabiskan hampir seperlima uangnya untuk membeli 2 villa di Spanyol, 2 mobil sports, perhiasan dan memorabilia Perang Dunia II.

5. Evalyn Walsh McLean

Evalyn merupakan istri dari miliarder Edward McLean, pemilik perusahaan surat kabar Washington Post. Pasangan ini menikah pada tahun 1908 dan memutuskan untuk berbulan madu di Eropa. Dalam perjalanannya tersebut, Evalyn menghabiskan lebih dari US$ 200 ribu atau sekitar Rp 2,6 miliar.

Uang itu sebagian besar dihabiskan untuk membeli perhiasan dan berlian. Pada satu waktu, Evalyn juga dikabarkan melakukan belanja dari kursi penumpang mobil Rolls Royce miliknya. Dia meminta pemilik toko untuk membawakan barang-barang yang dibelinya.

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *