Ayo Mengenal Sosok Pria 22 Tahun Yang Berhasil Menghentikan WannaCry


Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

BOLAQIUQIU, Berita Akurat – Seorang pria berusia 22 tahun secara tidak sengaja menjadi “pahlawan” karena berhasil menghentikan penyebaran ransomware bernama WannaCry. Lantas, siapah sebenarnya sosok pria yang sekarang tengah menjadi buah bibir tersebut?

Dikenal dengan nama MalwareTech di Twitter, ahli komputer otodidak ini hanya mengungkapkan sedikit informasi mengenai identitas dirinya. Tidak ada foto dirinya di Twitter. Dia bahkan hanya memakai avatar kucing berkacamata.

“Saya tidak lulus kuliah. Saya berencana masuk ke perguruan tinggi, tapi kemudian mendapatkan tawaran pekerjaan setahun sebelumnya dan saya menerimanya. Saya benar-benar otodidak,” tutur MalwareTech.

Tidak seperti sejumlah geek lain yang kerap mengunggah meme Twitter dan strategi peretasan terbaru, MalwareTech justru menyedot perhatian berkat jasanya di dunia cyber. Dia pada akhir pekan lalu, berhasil menghentikan serangan cyber internasional WannaCry yang menyerang ratusan negara itu.

Sampai sekarang, MalwareTech tetap menjadi Anonymous karena dia tidak ingin seorang pun tahu identitas aslinya. Bukan hanya resiko keamanan karena telah menghalangi kejahatan internasional, tetapi juga diyakini berhubungan dengan pekerjaannya sebagai ahli malware di sebuah perusahaan Amerika Serikat.

Meskipun bekerja untuk perusahaan Amerika Serikat, dia tinggal di garis pantai Inggris Barat Daya. Malwaretech diduga menolak permintaan perusahaannya untuk pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat.

Setelah serangan ransomware mulai menyerang sejumlah Rumah Sakit Inggris pada Jumat malam 12 Mei 2017, dia mengaku tidak tidur selama 48 jam. Bersama dengan teman-teman online-nya, MalwareTech berperan penting dalam melawan WannaCry. Mereka mengidentifikasi “kill switch”, yang menghentikan penyebaran software berbahaya tersebut.

Melihat akun Twitternya, MalwareTech sudah akrab dengan dunia digital, termasuk botnet dan wormcode. Dia juga diyakini suka menikmati kopi yang baru digiling. Gambar ruang kerjanya memperlihatkan tumpukan server dan kabel kusut.

“Pekerjaan saya adalah untuk mencari berbagai cara melacak dan menghentikan botnet dan segala jenis malware lainnya, jadi saya selalu mencari cara untuk mengambil domain server kontrol malware yang tidak terdaftar ( C2 ). Sebenarnya, saya mendaftarkan beberapa ribu domain semacam itu pada tahun lalu,” jelas MalwareTech.

Pengetahuan itulah yang akhirnya membantu dia mengehntikan malware WannaCry. Semuanya terjadi secara tidak sengaja, pada saat menemukan sebuah nama domain di dalam malware tersebut.

“Saat itu, saya tidak sadar mendaftarkan domain yang akan menghentikan malware sampai saya mendaftarkannya. Awalnya ini tidak sengaja. Jadi, saya hanya bisa menambahkan ( keterangan ) ‘ tidak sengaja menghentikan serangan cyber internasional ‘ pada resume saya,” jelas MalwareTech.

 

Sumber: Liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *