Meskipun Rudal Jatuh Dekat Rusia, Vladimir Putin Tetap Dukung Korea Utara

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

BOLAQIUQIU, Berita Akurat – Rudal balistik terbaru Korea Utara rupanya mendarat sekitar 60 mil dekat dengan wilayah Rusia. Namun, sebagai sekutu dekat, Negeri Beruang Merah ini rupanya tidak marah atas tindakan Korea Utara tersebut.

Presiden Rusia, Vladimir Putin menghimbau negara lain untuk tidak mengintimidasi sekutunya itu. Meskipun demikian, dia tetap menyebut bahwa peluncuran misil itu berbahaya.

Berbicara di China, Vladimir Putin menyebutkan solusi perdamaian harus tetap dilaksanakan demi meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

“Saya mengonfirmasi, kamu sebenarnya menentang perluasan klub negara nuklir, termasuk dengan yang terjadi di Semenanjung Korea. Kami melawan itu dan menganggap hal itu kontraproduktif, merusak serta berbahaya,” katanya.

Namun, dalam komentar yang ditujukan kepada Amerika Serikat, Vladimir Putin meminta untuk tidak mengintimidasi Korea Utara.

“Meskipun sangat berbahaya, namun mengintimidasi Korea Utara sangat tidak bisa diterima,” imbuhnya.

Vladimir Putin menuturkan, alasan Korea Utara melakukan uji coba rudal tersebut sebagai bentuk pertahanan diri dari ancaman yang ditimbulkan Amerika Serikat dan pengikutnya.

Sementara itu, Profesor Universitas Hawaii Pacific sekaligus mantan Direktur Operasi Pusat Komando Intelijen Bersama Amerika Serikat, Carl Schuster, menyebutkan bahwa misil yang diluncurkan Korea Utara minggu lalu, merupakan peringatan untuk Rusia dan China. Sebab dari penghitungan Amerika Serikat, misil jatuh di perairan yang jaraknya sekitar 60 mil sebelah selatan wilayah Vladivostok, Rusia.

“Rudal itu mengatakan kepada Rusia bahwa ‘Saya bisa menyentuhmu’,” kata Schuster.

Tidak hanya Rusia, Schuster juga menyebutkan peringatan ini juga berlaku untuk China. Padahal, kedua negara tersebut merupakan sekutu Korea Utara.

“Mereka juga memperingatkan China, ‘Saya tidak peduli apa yang kalian pikirkan, kami mandiri’,” imbuhnya.

Berbeda dengan Rusia, China malah mengecam tindakan Korea Utara. Padahal, selama ini diketahui bahwa Negeri Tirai Bambu merupakan sekutu dekat, dan pemasok ekonomi untuk negara komunis tersebut.

 

Sumber: Merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *