Diperiksa, Jaksa Yulianto Membeberkan Ancaman Harry Tanoe

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

BOLAQIUQIU, Berita Akurat – Kasubdit Penyidikan kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus ( Jampidsus ) Kejaksaan Agung, yulianto, diperiksa Dit Siber Bareskrim Polri. Pemeriksaan terkait dengan kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat oleh Harry Tanoesoedibjo.

Usai diperiksa, Jaksa Yulianto yang melaporkan kasus itu, menyebutkan bahwa bos MNC Group tersebut mengirim 3 pesan. Dia meyakini bahwa ketiga pesan singkat itu sebagai ancaman terhadap dirinya yang sedang mengusut kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom kala dijabat oleh Ketua Umum Perindo itu.

“Perlu dicatat di sini, secara pribadi merasa terancam dan ditakut-takuti dengan SMS itu. Karena apa, karena SMS dan WA tersebut berkaitan dengan penyidikan perkara yang sedang saya kendalikan. Jadi, saya merasa terancam dan ditakut-takuti,” ujar Yulianto di gedung Dit Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu 14 Juni 2017.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Jaksa Yulianto yakin kalau pesan tersebut memang dikirim oleh Harry Tanoe untuk dirinya. “Yang saya hadapi adalah seorang raha media, seorang konglomerat, seorang ketua partai, yang saya khawatirkan, dia bisa menggerakkan seluruh daya upayanya terhadap diri saya,” ungkap dia.

Diketahui, ada 3 kali pesan yang dikirimkan oleh Harry Tanoesoedibjo. Pertama, 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB, yang isinya:

Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena yang transaksional yang suka abuse of power. Catat omongan saya, saya pasti memimpin negeri ini. Itulah saatnya Indonesia dibersihkan.

Lantas, pada 7 Januari 2016, Yulianto mendapatkan pesan lagi dari Harry Tanoe melalui WhatsApp.

Kasian rakyat yang miskin makin banyak. Sementara negara lain berkembang dan semakin maju.

Lantas, pada 9 Januari 2017, nomor yang sama kembali mengirimkan pesan yang isinya:

Saya sebenarnya tidak ada urusan dengan Mobile 8 karena ini urusan operasional yang merupakan tanggung jawab direksi. Tapi karena penyidikannya diotak-atik diarahkan kepada saya, maka saya coba mendalami.

Sementara itu, Direktur Dit Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran mengatakan, Yulianto diperiksa sejak pukul 14.00 WIB sampai 16.30 WIB. “Hari ini diperiksa sebagai saksi pelapor. Ini pemeriksaan Yulianto yang ketiga,” tutup Fadil.

Harry dilaporkan lantaran diduga melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik ( ITE ) dengan ancaman pidana 15 tahun. Laporan Polisi ( LP ) Yulianto terdaftar dengan nomor LP/100/I/2016/Bareskrim. Yulianto berani melapor karena mengklaim memiliki bukti yang cukup.

Sumber: Metronews.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *