10 Bencana Mengerikan Di Dunia Ini Disebabkan Oleh Ulah Manusia, Apa Saja?

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

BOLAQIUQIU, Berita Akurat – Bencana yang menimpa umat manusia tidak bisa dielakkan. Pada saat terjadi, manusia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Tanpa kita sadari, bencana bisa terjadi karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Kerusakan alam dan korban jiwa berjatuhan karena sifat lalai manusia. Jika pun selamat, para korban akan merasakan penderitaan yang sangat lama.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Berikut ini adalah 10 bencana lingkungan akibat ulah dari manusia yang tidak bertanggung jawab.

 

1. Tragedi Minamata

Pada tahun 1958, wabah penyakit menyebar di kota Minamata, Jepang. Ratusan orang mati akibat penyakit yang aneh dengan gejala kelumpuhan syaraf sampai dengan gangguan jiwa. Kondisi itu dikenal dengan Penyakit Minamata atau Sindrom Minamata.

Setelah diselidiki, ternyata penyakit itu disebabkan karena orang Jepang suka makan ikan di Teluk Minamata yang ternyata sudah tercemar Menkuri (Hg) atau air raksa.

Mereka terdampak limbah PT Chisso yang membuang limbah kimianya ke Teluk Minamata dalam jumlah yang sangat besar ( 200 – 600 ton Hg dari tahun 1932 ).

 

2. Tragedi Nuklir Chernobyl

Pada tanggal 26 April 2986, bencana radiasi nuklir terbesar menimpa kota Chernobyl, yang pada saat itu masih merupakan wilayah Rusia.

Salah satu dari 4 pembangkit listrik tenaga nuklir meledak, dan menyebabkan serbuk radio aktif dari kebakaran itu menyebar hingga ke wilayah barat.

Diperkirakan 4.000 orang tewas dalam insiden ini dan lebih dari 200.000 penduduk yang bermukim dalam radius 30km dari tempat ledakan Chernobyl dievakuasi.

Kota yang sebelumnya ramai dengan aktivitas penduduk sekarang sunyi. Jutaan orang yang terkena imbas radiasi nuklir sampai sekarang masih merasakan dampak buruknya.

 

3. The Great Pacific Garbage Patch 

The Great Pacific Garbage Patch adalah sebuah pulau yang berada di antara Hawaii dan California dengan luas sekitar 2 kali negara bagian Texas.

Pulau ini bukanlah pulau biasa. The Great Pacific Garbage Patch tercipta dari tumpukan sampah yang sangat banyak dan luas sehingga menyerupai sebuah pulau.

Penyebab sampah-sampah itu berkumpul adalah adanya gelombang yang disebut dengan gyre. Sebuah sistem gelombang samudra yang berputar mengelilingi sebuah wilayah yang tenang.

Dengan adanya gyre, semua tumpukan sampah terbawa gelombang dan terus menumpuk di wilayah perairan yang tenang di samudra. Semua sampah laut yang dibuang manusia ada di sana.

 

4. Picher, Kota Beracun di Amerika

Picher adalah sebuah kota hantu dan bekas kota di Ottawa County, Oklahoma, Amerika Serikat. Dulu, kota ini merupakan sebuah pusat pertambangan timbal dan seng nasional di jantung Tri-State Mining District.

Penggalian bawah tanah tanpa batas yang berlangsung lebih dari 1 abad telah merusak sebagian besar bangunan di kota tersebut. Kerusakan itu menyisakan tumpukan raksasa logam beracun yang terkontaminasi limbah tambang.

Picher merupakan salah satu kota yang harus dikosongkan karena ulah manusia.

 

5. Nauru, Negara Kaya yang Kini Menderita

Republik Nauru memang terdengar cukup asing di telinga. Sejatinya, Nauru adalah negeri kaya yang terkenal karena phospat.

Lebih dari 70% tanah Nauru terdiri atas endapan tahi burung Guano yang menumpuk selama ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Kotoran burung ini menjadi phospat, yang berfungsi sebagai pupuk tanaman.

Kekayaan pun membuat Nauru terlena. Mereka mengeksplorasi phospat, yang menjadi satu-satunya sandaran hidup negara itu secara besar-besaran, tanpa memikirkan masa depan. Akibatnya pun pahit. Kini, Nauru menjadi Negara yang bangkrut.

 

6. Tragedi Bhopal

Tragedi Bhopal pada tahun 1984 adalah musibah industri terburuk dalam sejarah dunia. Ia diakibatkan pengeluaran 40 metrik ton metil isosianat (MIC) secara tidak sengaja dari pabrik pestisida Union Carbide yang terletak di kota Bhopal, di negara bagian Madhya Pradesh di India.

Kecelakaan ini langsung menewaskan ribuan jiwa dan melukai antara 150.000 hingga 600.000 lainnya. 15.000 di antaranya kemudian meninggal dari luka-luka tersebut. Ada yang menyebutkan jumlah kematian yang lebih tinggi.

 

7. Guiyu: Kota Sampah Elektronik Dunia

Guiyu adalah nama kota yang terletak di Provinsi Guangdong, Prefektur Shantou, Tiongkok. Guiyu pernah disebut sebagai kota sampah elektronik terbesar di dunia.

Kota ini dijuluki demikian karena pemandangannya yang seperti tempat pembuangan sampah. Bedanya, sampah yang bertumpuk di sana bukan sampah-sampah rumah tangga biasa, namun onggokan barang-barang elektronik yang tidak terpakai lagi.

Permasalahan terbesar yang dihadapi Guiyu sebagai tempat penampungan sampah elektronik adalah polusi.

Polutan-polutan itu berasal dari zat-zat kimia yang digunakan sebagai bahan pembuatan komponen-komponen elektronik, termasuk cangkang casing barang tersebut. Polutan-polutan itu terurai terutama ketika komponen-komponen elektronik dibongkar dan dirontokkan, atau dibakar untuk dilebur.

Kini, sekitar 88% bayi yang lahir di kota ini menderita cacat bawaan akibat keracunan timbal.

 

8. Kabut Pembunuh di London 1952

Pada musim dingin tahun 1952 di kota London, kabut asap tebal akibat pencemaran asap pabrik menyebabkan 12.000 orang tewas keracunan. Kabut tersebut diketahui mengandung gas beracun seperti sulfur dioksida, nitrogen oksida dan jelaga.

 

9. Laut Aral Mengering

Pada waktu sebelum tahun 1960-an, Laut Aral merupakan salah satu danau terbesar di dunia.

Tetapi, danau ini akhirnya menyusut sejak tahun 1960-an yang disebabkan sungai yang seharusnya mengalir ke danau ini dialirkan ke tempat lain sebagai Proyek Irigasi Uni Soviet, sehingga pada sekitar tahun 2007, hanya kurang lebih 10% saja yang masih tersisa.

 

10. Kabut Riau

Kabut asap hampir setiap tahun terjadi di Indonesia yang disebabkan oleh pembakaran hutan untuk membuka lahan.

Tahun 2015 adalah yang terparah. Ribuan orang menderita ISPA.

 

Sumber: Dream.co.id

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini 

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *