Para Perampok Sadis Pulomas Didakwa Dengan Pasal Berlapis

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

BOLAQIUQIU, Berita Akurat – Tiga tersangka kasus perampokan dan penyekapan di rumah Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur, yaitu Erwin Situmorang, Yus Pane, dan Alvin Sinaga telah menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis, 15 Juni 2017.

Pengacara ketiga tersangka, Jarot Widodo, mengatakan bahwa ketiga kliennya didakwa jaksa dengan pasal berlapis.

Mereka dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 339 tentang pembunuhan didahului kejahatan, Pasal 338 tentang pembunuhan, Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dan Pasal 333 tentang penyekapan.

Jarot menilai, dakwaan jaksa soal pembunuhan berencana tidak tepat. Ketiga kliennya disebutkan tidak pernah berniat untuk membunuh Dodi Triono dan keluarganya.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Dalam kasus itu, Dodi dan 2 anaknya, serta seorang teman anaknya, dan 2 asisten keluarga itu tewas setelah disekap kelompok perampok itu di dalam sebuah kamar mandi di rumah Dodi.

“Karena selama dari saya dampingin mulai dari di-BAP sampai dengan rekonstruksi, unsur perencanaan untuk membunuh itu tidak ada. Tapi, berencana untuk merampok, iya.” kata Jarot, Jumat 16 Juni 2017.

Namun, Jarot menghormati dakwaan jaksa. Atas dakwaan jaksa, Jarot mengatakan bahwa ia tidak akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Pasalnya, dakwaan jaksa dinilai sudah jelas dan tidak ada kesalahan teknis dalam penyusunan dakwaan.

Dengan tidak diajukannya eksepsi, sidang selanjutnya akan langsung masuk pada pemeriksaan saksi-saksi. Sidang selanjutnya akan digelar pada Kamus, 22 Juni 2017 Pukul 10.00.

“Saksi dari korban, keluarga korban pokoknya, yang ada di kamar mandi semua,” ujar Jarot.

 

Sumber: TribunNews.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *