Inilah Ikan Air Tawar Terlangka di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia!

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Jenis ikan air tawar pada saat ini memang sangat banyak sekali, namun tahukah kamu bahwa ternyata ada jenis ikan air tawar langka yang sudah ada sejak jaman purba hingga pada saat ini meskipun kondisi habitatnya nyaris punah.

 

Faktor lingkungan hidup memang sering kali mengancam populasi dari hewan, tidak terkecuali ikan. Pembangunan dan pembuangan limbah ke sungai menjadi penyebab utama rusaknya habitat mereka.

Lalu, apa saja ikan air tawar yang hampir punah tersebut?

 

8. Ikan Giant Crap

Ikan Giant Crap adalah spesies cypirinid terbesar di dunia. Ikan yang bermigrasi ini hanya ditemukan di DAS Mae Klong, Mekong, dan Chao Phraya di Indocina. Ikan Ini telah menurun secara drastis karena hilangnya habitat dan penangkapan yang berlebih, dan sekarang dianggap sangat terancam.

 

7. White Sturgeon

Habitat mereka berkisar dari Kepulauan Aleutian sampai Central California di sepanjang pantai barat Amerika Utara. Mereka adalah spesies ikan anadrom. Namun, beberapa populasi menjadi terkurung daratan selama pembangunan bendungan yang menghalangi jalur migrasi mereka ke dan dari tempat pemijahan leluhur. Ikan sturgeon putih adalah ikan air tawar terbesar di Amerika Utara, dan spesies sturgeon terbesar ketiga setelah beluga dan kaluga sturgeons. Ikan sturgeon putih diketahui mencapai bobot sampai 816 kg

 

6. Giant Stingray

Giant Stingray adalah spesies ikan pari dalam famili Dasyatidae. Ikan ini ditemukan di sungai dan muara sungai besar di Indocina dan Kalimantan, meskipun secara historis lebih luas didistribusikan di Asia Selatan dan Tenggara. Salah satu ikan air tawar terbesar di dunia, spesies ini tumbuh lebih dari 1,9 m (6,2 kaki) dan beratnya mencapai 600 kg (1.300 lb).

Dia memiliki cakram sirip dada oval yang relatif tipis dan melebar yang di anterior, dan moncong tajam dengan ujung menonjol. Ekornya tipis dan cambuk, dan kekurangan lipatan sirip. Spesies ini berwarna coklat keabu-abuan di atas dan putih di bawah. Bagian bawah sirip dada dan panggul memunculkan pita lebar dan gelap yang khas di pinggiran posterior mereka.

 

5. Arapaima ( Piracucu )

Nama lokalnya, pirarucu, berasal dari kata-kata asli untuk “pira” yang berarti ikan dan “urucum” yang berarti merah

Arapaima, pirarucu, atau paiche adalah spesies besar bonytongue dalam genus Arapaima yang berasal dari Amazon dan Essequibo di Amerika Selatan. Genus Arapaima adalah jenis genus keluarga Arapaimidae. Mereka adalah salah satu ikan air tawar terbesar di dunia, mencapai sebanyak 3 m (9,8kaki). Mereka termasuk dalam ranting makanan penting, namun sayang jumlahnya terus berkurang karena pembangunan.

 

4. Bagarius Yarelli

 

Ikan Dalum ato Bagarius Yarelli adalah ikan jenis catfish. Dia memiliki nama lain Giant Devil Catfish, Goonch, Pla Kaey, Sand Shark. Ikan ini bisa ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara, tersebar di Sungai Gangga dan kali (India), Sungai Pharaya (Thailand), Sungai Mekong, Sungai Merah Vietnam, Malaysia sampai Indonesia juga.

Dari semua keluarga Bagarius, jenis B, Bagarius memang paling banyak ditemukan di Indonesia. Penduduk setempat, di Pulau Jawa, menyebut ikan ini sebagai Ikan Kelaling. Ikan ini tidak begitu disukai karena dagingnya cepat busuk sehingga bisa menimbulkan penyakit. Namun kini, ikan tersebut sudah jarang di temui karena kualitas air sungai yang menurun.

 

3. Alligator Gar

Mereka adalah spesies terbesar dalam keluarga gar, dan di antara ikan air tawar terbesar di Amerika Utara. Gars sering disebut sebagai “ikan primitif”, atau “fosil hidup” karena mereka memiliki beberapa karakteristik morfologi nenek moyang mereka yang paling awal, seperti usus katup spiral yang juga umum ditemukan pada sistem pencernaan ikan hiu, dan kemampuan untuk bernafas, baik di udara maupun di air.

Nama umum mereka berasal dari kemiripannya dengan buaya Amerika, terutama moncong luas dan giginya yang tajam. Bukti anekdotal dalam beberapa laporan ilmiah menunjukkan bahwa seekor buaya dapat tumbuh hingga 10 kaki (3,0 m) dan beratnya sebanyak 300 lb (140 kg). Namun pada 2011, ikan terbesar yang pernah ditangkap dan dicatat secara resmi adalah 8 kaki 5 1/4 inci (2,572 m) panjangnya, beratnya 327 lb (148 kg), dan berukuran 47 in (120 cm)

 

2. Chinese Paddlefish

China Paddlefish (Psephurus gladius) juga dikenal sebagai ikan todak China, adalah salah satu ikan air tawar terbesar. Ini adalah salah satu dari 2 spesies yang ada di keluarga paddlefish (Polyodontidae), yang lainnya adalah paddlefish Amerika (Polyodon spathula). Ikan dayung China sangat terancam punah dan belum pernah terlihat bertahun-tahun, menyebabkan kekhawatiran bahwa hal itu mungkin terjadi.

 

1. Pesut Mahakam

Pesut mahakam (Orcaella Brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang hampir punah karena berdasarkan data tahun 2007, populasi hewan tinggal 50 ekor saja dan menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah. Secara taksonomi, pesut mahakam adalah subspesies dari pesut (Irrawaddy Dolphin).

Tidak seperti mamalia air lain yaitu lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, pesut mahakam hidup di sungai-sungai daerah tropis. Populasi satwa langka yang dilindungi undang-undang ini hanya terdapat pada 3 lokasi di dunia, yaitu Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irawady.

Pesut ini ditemukan di banyak muara-muara sungai di Kalimantan, tetapi sekarang pesut menjadi satwa langka. Selain di Sungai Mahakam, pesut ditemukan pula ratusan kilometer dari lautan, yaitu di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

 

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *