Suami Istri di Samarinda Ini Tilep Uang Kantor Sebesar Rp 25 Miliar Untuk Mengoleksi Mobil Mewah

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Bekerja sebagai kasir memang perlu mental yang kuat. Setiap hari, memegang uang dari konsumen dalam jumlah besar, bisa membuat hati tergoda untuk menikmati uang yang bukan miliknya itu.

Seperti yang dilakukan oleh pasangan suami istri, Leni Nursanti (29) dan Jefriansyah (27), yang diduga foya-foya dengan menggunakan uang hasil penggelapan dari perusahaan. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

“Semua untuk gaya hidup dan keperluan mereka sendiri,”  kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Polisi Safaruddin, Jumat 7 Juli 2017.

Safaruddin menjelaskan barang-barang yang dibeli pasangan suami istri tersebut. Pasangan ini membeli 2 rumah seharga Rp 750-800 juta per rumah.

Lalu, mereka membeli beberapa mobil mewah, seperti Mercedes Benz seharga Rp 825 juta, Toyota Fortuner Rp 563 juta, Daihatsu C-Open Rp 460 juta, Peugeuot CRZ Rp 705 juta, Ford Focus Rp 400 juta, dan mobil-mobil yang berada di kisaran harga Rp 120 juta-250 juta.

Bahkan, mereka juga membeli motor balap jenis motosport merek Yamaha R1M seharga Rp 812 juta. “Polisi menyita seluruh aset mereka itu. Nilainya Rp 9 miliar,”  kata Safaruddin.

Leni, sambung Safaruddin, merupakan pegawai di dealer Daihatsu PT Sumber Mulia Auto di Samarinda. Dia dipercaya memegang kasir dari April 2015 sampai dengan Desember 2016.

Leni yang setiap bulan digaji Rp 2,5 juta diduga menilep secara berulang-ulang uang perusahaan hasil penjualan mobil.

Kerugian perusahaan sampai dengan Rp 25 miliar. Uang itu diberikan kepada Jefri, sang suami, untuk dibelikan mobil, menjual kembali mobil itu, membeli aset, sampai memutar uang hasil penggelapan itu menjadi bisnis sampingan peternakan ayam.

Deny R (27), adik kandung Leni, juga terlibat dalam memutar uang. “Mereka menutupi seolah mendapat uang dari hasil pekerjaan yang lain. Karena itu, mereka terkena pasal pencucian uang,” kata Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi, Yustan Alpiani.

Selama diperiksam keduanya terlihat tenang. Mereka pun tidak bersedia menjawab pertanyaan apapun.

“Pelaku kita amankan 3 orang. Satunya (Deny) sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Dua lagi akan segera menyusul,” ujar Safaruddin.

Leny dkk kini dijerat dengan pasal 374 KUHP, 378 KUHP dan Undang-Undang TPPU dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara.

 

Sumber: Grid

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *