Cerita di Balik “Gudang” 1 Ton Sabu-Sabu

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Hotel Mandalika di Anyer, Banten, sejatinya sudah tidak beroperasi 5 tahun terakhir. Polisi masih menyelidiki, kenapa pelaku memilih Mandalika sebagai tujuan transit 1 ton sabu.

“Dari awal, Hotel Mandalika memang tidak digunakan karena ada selisih paham di antara keluarga (pemilik),” kata Sekretaris Kelurahan Anyer Apria Firdaus, Jumat 14 Juli 2017.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Hotel Mandalika dibangun pada tahun 1995. Hotel ini dimiliki mendiang Hasmoro. Kini, saham dipegang oleh Lakmink Hasmoro. Hotel yang dijadikan ‘gudang’ 1 ton sabu itu sebenarnya sempat beroperasi sekitar 3 minggu.

Namun, pada akhir Januari 2000, hotel ditutup karena berbagai persoalan. Meskipun tidak beroperasi, bukan berarti hotel Mandalika dibiarkan terbengkalai. Setidaknya ada 6 penjaga, yaitu J, AN, ME, F, H, dan B yang dibagi dalam 3 shift.

Para penyelundup 1 ton narkoba jenis sabu ke Indonesia berpura-pura sebagai turis. Mereka masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan. “Di sini kan namanya daerah wisata, jadi banyak wisatawan asing lalu-lalang di sini,” jelas Apria.

Pelaku masuk ke Hotel Mandalika pukul 24.00 pada Kamis, 13 Juli 2017. Kepada penjaga hotel, mereka mengaku hendak memancing. Petugas jaga pun mempersilahkan mereka masuk. Hingga akhirnya petugas gabungan dari Polda Metro Jaya, Polresta Depok, dan Kepolisian Taiwan datang menangkap keempatnya.

Menurut Apria, pelaku penyeludupan 1 ton ganja mengontrak rumah salah satu warga selama di Anyer. Sayangnya, pemilik kontrakan maupun RT tidak melaporkan adanya warga baru ke pihak kelurahan. “Informasi dari warga, mereka ngontrak,” jelasnya.

Penyergapan bermula dari informasi kepolisian Taiwan yang menyebut bakal ada pengiriman narkoba jenis sabu dari Tiongkok ke Indonesia. Tim lalu menyelidikinya selama 2 bulan terakhir. 3 pelaku dibekuk dalam penggerebekan, yaitu Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, dan Liao Guan Yu. Ketiganya merupakan warga negara Taiwan.

Lin Ming Hui tewas ditembak karena melawan dan membahayakan petugas saat penggerebekan. Dia merupakan bos alias pengendali penyeludupan 1 ton sabu ke Indonesia.

Satu pelaku masih buron, yaitu atas nama Hsu Yung Li. Para pelaku diyakini sebagai jaringan internasional yang berpusat di Tiongkok. Dari tangan pelaku, polisi menyita total 51 kotak berisi sabu.

Sebanyak 27 kotak di mobil Toyota Innova Gold, dan 24 kotak di mobil Toyota Innova hitam. Setiap kotak berisi sekitar 20 kilogram sabu.

 

Sumber: Metronews

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *