Fahri Hamzah: Joko Widodo Belum Tentu Dapat Tiket Pilpres 2019

oleh

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai bahwa UU Pemilu yang baru disahkan tidak menjamin kemudahan bagi Presiden Joko Widodo kembali maju di Pilpres 2019. Fahri Hamzah menyebut bahwa Joko Widodo belum tentu mendapatkan tiket.

“Kita juga tidak tahu nasib Pak Joko Widodo. Kan bisa jadi Pak Jokowi yang tidak dapat tiket. Siapa bilang dia pasti dapat tiket. Belum tentu,” kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 21 July 2017.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Fahri Hamzah tidak sependapat dengan tuduhan UU Pemilu dengan presidential threshold sebesar 20-25% dapat menghambat calon lain. Pasalnya, Joko WIdodo yang pertahana saja dan partai pendukungnya yang mayoritas di parlemen, belum menentukan calon presidennya.

“Kalau diantara kandidat yang ada antara Pak Joko Widodo dan Pak Prabowo yang lebih kuat grade-nya kepada partainya, Pak Prabowo. Dia Ketua Umum Ketua Dewan Pembina Gerindra yang kalau dia muncul dengan beberapa partai. Sementara, Pak Joko Widodo kan bukan Ketua Umum Partai (PDIP). Dia bisa ditinggalkan oleh banyak partai,”  ujar dia.

Fahri Hamzah menambahkan UU Pemilu ini secara substansi politik memang masih debatable. Namun, secara substansi hukum, Fahri Hamzah menilai UU Pemilu dengan presidential threshold 20-25%, tidak layak.

“Apa pun karena sudah menjadi Undang-Undang seluruh aparatur yang bekerja terutama KPU harus segera mem-follow up kerjanya ini, Yang mau men-challange ini di Mahkamah Konstitusi, silahkan saja,” tandas dia.

 

Sumber: MetroNews.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *