2 Alasan Kenapa Ahok Tidak Hadir di Sidang Buni Yani

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Pengacara BAsuki Tjahaja Purnama alias Ahok, I Wayan Sudirta menyebutkan alasan kliennya tidak hadir di sidang terdakwa Buni Yani di Bandung, Selasa, 8 Agustus 2017, Wayan merupakan kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus penodaan agama.

Menurut Pasal 162 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Wayan mengatakan bila jarak saksi dengan pengadilan jauh, cukup dibacakan berita acara pemeriksaan. “Sudah terjawab,” kata Wayan di Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017. Ahok sendiri pada saat ini mendekam di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Sedangkan sidang kasus Buni Yani digelar di Bandung.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

Wayan menyebut kalau Ahok bisa saja hadir untuk memberi keterangan sebagai saksi. Namun, atas saran dari kuasa hukum, Ahok diminta untuk tidak datang. “Ini bukan kehendak Pak Ahok. Kami yang menyarankan,” ucapnya.

Secara lengkap, bunyi Pasal 162 KUHAP, yaitu

(1) Jika saksi sesudah memberikan keterangan dalam penyidikan meninggal dunia atau karena halangan yang sah tidak dapat hadir di sidang atau tidak dipanggil karena jauh tempat kediaman atau tempat tinggalnya atau karena sebab lain yang berhubungan dengan kepentingan negara, maka keterangan yang telah diberikannya itu dibacakan;

(2) Jika keterangan itu sebelumnya telah diberikan di bawah sumpah, maka keterangan itu disamakan nilainya dengan keterangan saksi di bawah sumpah yang diucapkan di sidang.

Ahok tidak hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan terdakwa Buni Yani di Bandung. Jaksa menjerat Buni Yani dengan Pasal 28 ayat 2 dan atau Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia terancam hukuman penjara maksimal 6 tahun.

Selain itu, Wayan menjelaskan, kuasa hukum mempertimbangkan faktor keamanan bila Ahok hadir di persidangan. Dia memprediksi akan ada banyak orang yang datang dan menyaksikan. Bahkan, Wayan sesumbar kliennya akan terancam nyawanya bila datang.

“Dipenjara 2 tahun tidak puas juga masih teriak bunuh Ahok,” kata Wayan. Karena tidak yakin dengan keamanan kliennya, kuasa hukum menilai Ahok tidak perlu hadir di persidangan.

 

Sumber: Tempo.co

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *