Diancam Rudal Oleh Korea Utara, Guam Tetap Santai

oleh

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Korea Utara merespons Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan membombardir Pyongyang menggunakan “api dan kemarahan”, dengan ancaman rudal balistik ke arah Guam, wilayah Amerika Serikat di Samudera Pasifik.

Gubernur Guam Eddie Calvo tetap santai kendati wilayahnya dibayangi ancaman serangan rezim Kim Jong Un.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Dalam wawancara televisi pada Rabu 9 Agustus 2017, Calvo menyebut pihaknya “sudah siap menghadapi apapun”.

Calvo menambahkan bahwa pemerintahnya terus berkomunikasi intensif dengan Washington guna “memastikan keamanan seluruh wilayah”.

“Saya ingin meyakinkan warga Guam bahwa pada saat ini tidak ada ancaman apapun terhadap pulau kita maupun Marianas (pulau tetangga),” papar Calvo.

“Saya telah berdiskusi dengan Komandan Wilayah Gabungan Marianas Laksamana Muda Shoshana Chatfield yang mengonfirmasi tentang hal ini,” tambahnya.

Guam, yang lokasinya berdekatan dengan Semenanjung Korea dan Laut China Selatan, memiliki 6000 tentara dan 2 instalasi militer, yaitu Andersen Air Force Base dan Naval Base.

Mantan menteri pertahan era Obama, Ashton Carter, menyebut Guam sebagai “lokasi strategis dan penting bagi militer Amerika Serikat di Pasifik Barat”.

Calvo menyebut terdapat “beberapa level pertahanan” yang ditempatkan secara strategis guna melindungi Guam, termasuk juga dukungan dari Washington yang menyebut “serangan terhadap Guam adalah serangan kepada Amerika Serikat”.

“Pemerintah Amerika Serikat telah menyatakan mereka akan mempertahankan Guam. Guam merupakan bagian dari Amerika Serikat dan terdapat 200 ribu warga Amerika Serikat di Guam dan Marianas, kami bukan hanya pangkalan militer,” kata Calvo.

Meskipun suasana ketegangan di kawasan itu meningkat, warga Guam tetap beraktivitas seperti biasa. Pada saat ditanya soal ancaman bom nuklir Korea Utara, mereka hanya mengangkat bahu.

“Tidak ada yang bisa kita lakukan juga. Ini adalah pulau kecil, kita tidak bisa lari,” kata salah satu warga, James Cruz.

Di sisi lain, Delegasi Guam di Kongres Amerika Serikat mengatakan kemampuan rudal dan nuklir Korea Utara “sangat mengkhawatirkan”, namun dia percaya pulau tersebut tetap aman.

 

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *