Suami Istri Bos First Travel Menjadi Tersangka Penipuan Umrah

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan 2 pemimpin perusahaan penyelenggara ibadah umrah PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel), Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus dugaan penipuan ibadah umrah.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Andika menjabat sebagai Direktur Utama sedangkan Aniessa sebagai Direktur First Travel. Sebelumnya, Andika dan Aniessa ditangkap penyidik Polri di Komplek Kantor Kementerian Agama, Rabu 9 Agustus 2017.

“Penyidik Dittipidum (Direktorat Tindak Pidana Umum) Bareskrim telah melakukan penangkapan Direktur Utama First Travel Andika dan Direktur First Travel Aniessa. Keduanya suami istri,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul dalam keterangan tertulisnya, Kamis 10 Agustus 2017.

Dia menjelaskan, penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik memeriksa sebanyak 11 orang saksi yang terdiri dari agen dan jemaah First Travel.

Menurutnya, penyidik menjerat kedua tersangka dengan Pasal 55 juncto Pasal 378 dan Pasan 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelumnya, sejumlah media mengabarkan, Tim Advokasi Penyelamatan Dana Umroh (TPDU) melaporkan Andika dan Anniesa ke Bareskrim, Jumat 4 Agustus 2017.

TPDU merupakan gabungan para advokat yang menjadi kuasa hukum dari para agen First Travel dengan jumlah jemaah umroh lebih dari 1.200 orang di Indonesia.

TPDU juga mempertanyakan langkah Kementerian Agama sebagai regulator yang dinilai tidak melakukan tindakan antisipatif, preventif dan kuratif terhadap kasus ini. Padahal, kasus ini sudah ramai menjadi perhatian media dan publik.

Mereka menduga ada hal yang tidak beres dalam kasus ini. Untuk itu, TPDU meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penegak hukum lainnya agar mengaudit Kementerian Agama. TPDU juga mendesak agar aset dari First Travel untuk disita dan dikembalikan kepada jemaah.

 

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *