Akhir Kisah Dari First Travel, Perusahaan Umrah Berbiaya Murah

oleh

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Andika Surachman dan Aniessa Hasibuan, terpaksa harus merasakan dinginnya jeruji besi, setelah ditangkap penyidik Bareskrim Mabes Polri, pada 9 Agustus 2017 lalu. Pasangan suami istri ini ditangkap karena dianggap melakukan penipuan perjalanan umrah berbiaya murah melalui perusahaan perjalanan umrah yang mereka jalankan, bernama First Travel.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Sebenarnya di awal kemunculan, First Travel bukanlah biro perjalanan umrah. Tanggal 1 Juli 2009. di bawah bendera CV First Karya Utama, perusahaan tersebut merupakan biro perjalanan wisata yang menawarkan layanan liburan domestik dan internasional.

Barulah pada tahun 2011, First Travel semakin berkembang dan merambah ke bisnis perjalanan umrah. Pada saat itu, perusahaan tersebut sudah berubah nama menjadi PT First Anugerah Karya Wisata, yang mempromosikan paket perjalanan umrah berbiaya murah.

Harga paket umrah yang ditawarkan First Travel, lebih murah 4 juta dari harga normal. Untuk diketahui, harga normal paket umrah berkisar antara Rp 19 juta hingga Rp 20 juta, sementara harga paket umrah di First Travel hanya Rp 14 juta sampai Rp 15 juta. Murahnya biaya tersebut lantas membuat banyak calon jemaah yang kemudian tertarik. Bisa beribadah, menginjakkan kaki ke Tanah Suci dengan biaya yang relatif lebih murah.

Tidak hanya Andika, sang istri Anniesa Hasibuan, rupanya juga memiliki minat di bidang fashion. Pemilik nama lengkap Anniesa Desvitasari Hasibuan tersebut, sejak 2 tahun terakhir mulai mengembangkan sayapnya sebagai desainer dan pernah tampil di panggung New York Fashion Week 2016 sebagai desainer yang mengeluarkan koleksi busana muslim.

Namun, kesuksesan tersebut berbanding terbalik dengan bisnis umrah yang sedang mereka jalankan. Selama 6 tahun berjalan, kementerian Agama mulai mencium gelagat aneh dari First Travel, setelah biro perjalanan tersebut beberapa kali gagal memberangkatkan calon jemaah umrah, hingga mereka harus menginap di Bandara Soekarno-Hatta.

Jemaah yang geram pun, melaporkan hal tersebut ke Kemenag. Mereka merasa dirugikan karena harus beberapa kali gagal berangkat umrah. Namun, setiap kali jamaah berusaha meminta kejelasan, pihak First Travel selalu berkelit. Kemenag pun sudah berupaya untuk melakukan klarifikasi ke pihak First Travel, namun hasilnya nihil.

Beberapa kali upaya untuk memanggil pihak First Travel, seluruhnya berujung kegagalan. Jemaah yang merasa dirugikan pun bahkan sampai mengadu ke DPR, karena hal mereka untuk berangkat ke tanah suci, tidak kunjung diwujudkan oleh First Travel. Alih-alih bisa beribadah, mereka bahkan harus terlantar selama beberapa hari di bandara.

Bulan Juli 2017, Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akhirnya memerintahkan First Travel untuk menghentikan penjualan paket promonya karena terindikasi melakukan investasi ilegal dari penghimpunan dana masyarakat. First Travel juga disebut tidak pernah menyampaikan data jemaah, baik yang mendaftar ataupun yang belum berangkat.

Karena First Travel tidak kunjung menunjukkan itikad baik, sementara calon jemaah yang emosi karena belum juga berangkat ke Tanah Suci setiap hari mendatangi kantor First Travel, Kemenag akhirnya mengeluarkan tindakan tegas.

Tanggal 3 Agustus lalu, Kemenag secara resmi mencabut izin operasional First Travel, karena dianggap melakukan pelanggaran UU tengang penyelenggaraan ibadah haji, seperti yang diatur dalam Pasal 65 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Andika dan Anniesa pun tidak terima dengan keputusan Kemenag. Tanggal 9 Agustus 2017, mereka mendatangi kantor Kemenag, untuk melakukan protes atas pencabutan izin tersebut. Pada saat itu mereka masih berjanji, seluruh calon jamaah akan segera diberangkatkan secara bertahap.

Namun, hari itu juga usai konferensi pers di Kemenag, Andika dan Anniesa ditangkap penyidik Bareskrim Mabes Polri. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Keduanya terancam hukuman 4 tahun penjara.

Penggeledahan pun sudah dilakukan polisi di kantor pusat First Travel yang berada di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada 10 Agustus 2017 lalu. Semalam, Jumat 11 Agustus 2017, penyidik juga menggeledah sejumlah kantor cabang First Travel, seperti di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum), Brigjen Herry Rudolf Nahak memberikan sinyal akan mengenakan pidana pencucian uang kepada pemilik First Travel, Anniesa Hasibuan dan suaminya Andika Surachman. Apabila pidana ini dikenakan, Anniesa dan Andika bisa disita seluruh harta kekayaannya alias dimiskinkan.

Karena hingga pada saat ini, masih ada 35 ribu jemaah yang belum diberangkatkan dan diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 500 miliar.

Herry juga mengatakan bahwa pihaknya kini sedang melacak indikasi awal pencucian uang yang mengarah ke bisnis fashion Anniesa Hasibuan. Karena polisi menduga, uang calon jemaah haji digunakan untuk bisnis fashion yang dijalankan oleh Anniesa.

 

Sumber: Kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *