Titiek Soeharto Berharap Setya Novanto Berbesar Hati Untuk Mundur Dari Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Siti Hediati Harijadi alias Titiek Soeharto menerima sejumlah kader Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) di Gedung Granadi, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 11 Agustus 2017 siang.

Usai pertemuan itu, kepada wartawan, Titiek berharap supaya Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

 

Permintaan mundur untuk Setya Novanto ini sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum DPP Golkar setelah menyandang status tersangka kasus korupsi E-KTP.

“Tadi teman-teman dari Gerakan Muda Partai Golkar datang menemui untuk konsultasi mengenai keadaan Partai Golkar yang saat ini kita cukup prihatin dengan apa yang terjadi di Golkar. Kebetulan Ketua Umum Golkar adalah ketua DPR RI sebagai lembaga tinggi negara dan KPK sudah menetapkannya sebagai tersangka,” kata Titiek.

Putri Presiden kedua almarhum Soeharto ini menilai bahwa KPK pasti tidak sembarang dan tidak main-main dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Meskipun status dan jabatannya sebagai ketua DPR, dirinya menyebut bahwa persoalan yang menjerat Setya Novanto ini menjadi masalah besar untuk Golkar dan juga DPR.

“Rasanya untuk kebaikan Golkar ke depan dan untuk menjaga marwah DPR, saya mengharapkan agar ketua DPR bisa berbesar hati untuk mengundurkan diri. Jadi, supaya DPR tidak dihujat masyarakat, Golkar jadi bisa berjalan lebih baik lagi supaya Pak Setya Novanto bisa selesaikan masalah hukumnya,” lanjut Titiek.

Untuk diketahui, KPK menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka dugaan kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) sejak Senin, 17 Juli 2017.

Penetapan tersangka terhadap Setya Novanto sudah sesuai prosedur dengan 2 alat bukti.

 

Sumber: TribunNews

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *