Nama Setya Novanto Hilang, Komisi Yudisial Segera Periksa Hakim Kasus E-KTP

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Ketua Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari menegaskan bahwa Komisi Yudisial akan memeriksa hakim yang menangani kasus E-KTP yang melibatkan Ketua DPR RI Setya Novanto alias Setnov.

Sebab, nama Setya Novanto hilang dalam putusan. Padahal dalam dakwaan jaksa, namanya disebut bersama-sama terdakwa Irman dan Sugiharto melakukan korupsi.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

“Kami kalau perlu akan periksa. Tetapi kalau kita ada proses yang harus kami lewati karena ada harus ada pemeriksaan saksi dan bukti. Kalau memang dibutuhkan hakim akan kamu periksa,” ujarnya di Gedung Komisi Yudisial, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu 12 Agustus 2017 malam.

Dalam pemeriksaan hakim nantinya, kata Aidul, pihaknya memerlukan waktu untuk memeriksa. Sebab, pihaknya perlu mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk memeriksa seluruh hakim yang menangani kasus E-KTP.

“Kalau soal kapan, kamu kan ada prosedurnya. Ada waktunya kapan. Secara umum biasanya kami 60 hari, tetap tergantung. Ada waktu yang cepat sekali misalnya ada yang 2 minggu bisa kamu selesaikan,” katanya.

Seperti diberitakan, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tidak menyebutkan sejumlah nama yang sebelumnya dibeberkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto. Salah satunya nama Setya Novanto.

Dalam pertimbangan putusan mengenai perbuatan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi, majelis hakim yang diketuai Jhon Halasan Butar Butar hanya menyebut 3 nama yang ikut diperkaya dalam proyek yang senilai Rp 5,9 triliun tersebut. Sedangkan, Setya Novanto tidak disebutkan ikut kecipratan aliran uang seperti dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto.

 

Sumber: Merdeka.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *