Akhir Tragis Dari Karier Usain Bolt

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Sebelum Kejuaraan Dunia Atletik IAAF 2017 berlangsung di London, Usain Bolt telah mengumumkan bahwa ia akan gantung sepatu dari olahraga yang telah digelutinya selama 16 tahun itu. Namun siapa sangka, pesta perpisahan salah satu sprinter terbaik di dunia itu berakhir dengan tragis.

Setelah hanya merebut medali perunggu pada nomir spesialisasinya, 100m, akhir pekan lalu, pelari asal Jamaika itu diharapkan akan mengucapkan perpusahan dengan dunia atletik dengan merebut medali emas pada estafet 4x100m putra, nomor yang dikuasai para pelari Jamaika sejak tahun 2009.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Namun, pada final di Stadion London, Sabtu 12 Agustus 2017, Bolt yang menjadi pelari terakhir tim Jamaika, terjatuh dan meringis kesakitan 60m sebelum garis finish. Untuk pertama kali, juga terakhir dalam karier gemilangnya, pelari berusia 30 tahun itu gagal finish karena cedera.

Sekitar 55.000 penonton yang ingin menyaksikan lomba terakhir “Lightning Bolt” tercekat dan beberapa berteriak. Mereka pasti sedih melihat sang sprinter mesti mengakhiri karier dengan wajah merintih kesakitan.

Sejak tahun 2009, tim estafet 4x100m Jamaika adalah juara dunia, yang dipertahankan pada tahun 2011, 2013, dan 2015. Mereka juga pemegang rekor dunia, 36,84 detik, yang dicatatkan pada saat merebut medali emas Olimpiade 2012 di London.

Tim tuan rumah Inggris berhasil menjadi juara di kandang sendiri dengan catatan waktu 37,47 detik, yang juga menjadi rekor baru Eropa. Amerika Serikat menyusul di posisi kedia, sedangkan perunggu direbut oleh Jepang.

Sebelum pertandingan dimulai, menurut Jacquelin Magnay dari The Australian, Bolt tampak sumringah. Dia bercanda dengan maskot kejuaraan, Hero, di area pemanasan, lalu masuk ke lintasan disambut dengan tepuk tangan panjang para penonton.

Tidak ada yang menyangka bahwa dia akan mengakhiri kariernya di ruang medis, bukan melakukan victory lap.

Dokter tim Jamaika, Kevin Jones, menyatakan diagnosis awalnya adalah Bolt menderita keram otot hamstring kiri yang parah. Kemungkinan terparah, otot tersebut robek.

“Hamstring kaki kirinya keram, tetapi rasa sakit yang dirasakannya lebih karena kekecewaan akibat kalah dalam lomba,” jelas Jones kepada situs IAAF. “Tiga pekan terakhir berjalan berat baginya. Kami harap yang terbaik untuknya,”

Penyebabnya, menurut Jones, otot tersebut kemungkinan menegang akibat kedinginan karena para pelari mesti menunggu 2 acara penyerahan medali yang berlangsung lebih lama dari jadwal.

“Udara cukup dingin dan para pelari sudah mengeluhkan penundaan itu,” kata Jones.

Yohan Blake, anggota tim 4x100m Jamaika, bercerita bahwa Bolt memang mengeluh karena mesti menunggu 40 menit sebelum akhirnya final dimulai.

Namun, dari semua pelari, hanya Bolt yang mengalami cedera demikian sehingga dugaan penundaan sebagai penyebabnya agak diragukan.

Ketika Bolt terjatuh, anggota tim Jamaika langsung berlari ke masuk ke lapangan untuk menolongnya. Kursi roda pun dibawa ke tengah lintasan, tetapi Bolt kemudian berdiri dan memilih berjalan tertatih ke pinggir lapangan.

Tidak satupun kata yang keluar dari mulutnya kepada para wartawan yang menantinya usai perlombaan.

“Saya pikir tidak ada satupun orang yang ingin melihat Bolt mengakhiri kariernya seperti itu,” kata Justin Gatlin, sprinter Amerika Serikat yang merupakan pesaing utama Bolt.

“Saya pikir, kita semua telah terispirasi olehnya dalam berbagai cara sepanjang kariernya. Banyak yang telah dilakukannya sejak tahun 2008 sampai sekarang ini, jadi saya pikir, kita dapat melihat kembali apa saja yang telah terjadi di kejuaraan ini dan mengucapkan selamat untuk karier legendarisnya.”

Beberapa saat setelah lomba usai, Bolt menyampaikan ucapan terima kasih dan perpisahan melalui Instagram.

Jika ini benar adalah ujung kariernya, Gatlin bersikukuh bahwa Bolt hanya akan istirahat beberapa wakti dan akan kembali ke lintasan. Bolt mengakhiri dengan 14 medali di kejuaraan dunia, 11 diantaranya adalah emas dan 8 medali emas Olimpiade.

Meskipun demikian, sejarah akan tetap mencatat bahwa ini adalah akhir yang sungguh tidak sesuai untuk salah seorang sprinter terbaik sepanjang sejarah, juga penghibur yang menyenangkan penonton di lintasan.

 

Sumber: Beritagar

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *