Inilah 5 Fakta di Balik Prestasi Ajaib Korea Utara di Bidang Olahraga

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Pemerintah Korea Utara menciptakan banyak propaganda yang dijejalkan ke pikiran rakyatnya. Nyaris tidak mungkin bagi orang Korea Utara untuk mengecek kebenaran kabar yang dirilis rezim, karena akses informasi dari luar ditutup rapat-rapat.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

Tidak hanya soal Korea Utara yang digambarkan tempat bahagia di muka Bumi, atau pemimpinnya yang konon digdaya dan disegani dunia, olahraga pun menjadi bagian dari propaganda.

Misalnya, kisah mantan pemimpin Kim Jong Il yang melakukan pukulan five in one sekaligus dalam pertandingan golf pertamanya.

Beberapa tahun lalu juga beredar sebuah video rekaan yang mengungkap bahwa pemerintah Korea Utara telah menipu rakyat agar percaya bahwa mereka menang Piala Dunia FIFA 2014.

Padahal, tim negeri itu tidak masuk kualifikasi karena kalah dalam 3 kali penyisihan pada tahun 2010.

 

1. Wajah Sedih di Podium

Tidak mudah menjadi atlet Korea Utara yang mewakili negara dalam ajang Internasional, termasuk Olimpiade Rio de Janiero.

Setelah tiba di sana, seorang atlet Korea Utara dilarang banyak bicara. Kabar tentang mereka pun tidak boleh ramai terdengar.

Salah satu contohnya dialami seorang atlet senam wanita Korea Utara bernama Hong Un Jong. Dalam olimpiade Rio, dia menjadi pusat perhatian dunia Twitter karena berfoto bersama dengan seorang pesaing dari Korea Selatan. Padahal sebelumnya, tidak ada pemberitaan tentangnya.

Di cabang lain, wanita angkat beban kelas ringan Kim Kuk Hyang tampak gundah ketika menerima medali perak di podium., Sebab, dia adalah salah satu atlet yang diharapkan Kim Jong Un meraih medali emas.

Kim Jong Un mengharapkan peraihan 12 medali dari Rio, termasuk setidaknya 5 medali emas. Tim Korea Utara pulang dari Rio hanya dengan 7 medali, 2 di antaranya emas.

Kim Hyeong Soo, seorang pembelot yang pernah bekerja di Longevity Institute, mengatakan kepada para wartawan pada tahun 2015 bahwa para atlet yang kurang berprestasi akhirnya menerima sanksi dari sang pemimpin.

“Jika mereka meraih medali emas, tentu saja mereka menerima hadiah seperti mobil, apartemen di Pyongyang, dan tambahan jatah beras,” kata Kim Hyeong Soo.

“Sebaliknya, kalau mereka meraih hasil yang buruk, maka atlet dan pelatihnya bisa dikirim kerja paksa selama beberapa bulan.”

Menurut laporan komisi khusus PBB pada tahun 2014, kamp tawanan politik masih lazim digunakan di Korea Utara.

 

2. Pendukung Bayaran

Korea Utara dan Korea Selatan masih terpisah secara politik, fisik dan ideologi. Tetapi, pada April 2017, tim hoki wanita dari 2 negara bertemu dalam pertandingan kualifikasi.

Korea Selatan menang 3-0 dan tim Korea Utara menundukkan kepala ketika lagu kebangsaan lawan dilantunkan. Dua tim memang foto bersama, tetapi tidak banyak interaksi selain itu.

Karena komplikasi politik, 2 negara itu jarang bertemu dalam laga olahraga. Jadwal Piala Dunia 2010 pun diatur agar 2 tim tidak saling bertanding sebelum tahap semifinal.

Tetapi, Korea Utara gagal mencapai tahap semifinal. Walaupun gigih, mereka kalah 2-1 melawan Brasil. Lalu kalah 7-0 melawan Portugal, dan kalah 3-0 melawan Pantai Gading.

Tim Korea Utara mendapat dukungan sorak sorai dari sekelompok fans misterius ketika bertanding di Afrika Selatan.

Ternyata, kelompok itu terdiri dari “pasukan fans sukarela” yang kebanyakan datang dari China dengan membeli tiket dari agen humas olahraga di China yang bekerja sama dengan kementerian olahraga Korea Utara.

 

3. Telepon Tak Kasat Mata

Tiga kekalahan itu tetap terjadi bahkan setelah intervensi taktis langsung dari Kim Jong Un. Maka, pelatih Kim Jong Hun kemudian digelandang ke kamp kerja paksa.

Menurut Kim Jong Hun, sang Pemimpin Agung berkomunikasi dengan dirinya menggunakan “telepon yang tidak kelihatan”.

Beberapa media berita Korea Selatan memberitakan, para pemain menjalani interogasi panjang dan dipermalukan oleh para pejabat pemerintah ketika mereka pulang. FIFA pun sempat menjadi khawatir.

 

4. Obat Kuat dari Kelenjar Rusa

Kabar kurang baik juga terdengar dari tim Piala Dunia Wanita 2011. Tim Korea Utara kalah 2-0 dari tim Amerika Serikat dan tidak memenangkan satupun dari tiga laga.

Penjelasan resmi pihak Korea Utara untuk kekalahan itu adalah bahwa beberapa pemain mereka terkena sambaran petir sehingga perlu dirawat dengan obat tradisional dari kelenjar rusa.

Obat tradisional itu tanpa disadar menyebabkan 5 atlet mendapat hasil positif setelah pengujian penggunaan steroid.

 

5. Atlet Super

Menurut media pemerintah, ayah Kim Jong Un adalah seorang pemain golf yang sensasional. Sungguh hebat katanya. Pada tahun 1994, Kim Jong Il merajai kejuaraan 7.700 yard di Pyongyang dan meraih juara pada putaran 38 untuk 18 lubang di cabang golf.

Dia kemudian meraih pencapaian 31-under par yang mencakup tembakan five in one seperti disebutkan di atas.

Kim Jong Il kemudian beralih bermain bowling dan prestasinya sungguh cemerlang karena berhasil melakukan pencapaian sempurna untuk skor 300 pada saat pengalaman pertamanya ke lapangan bowling.

 

Sumber: Liputan6

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *