KPK Menggeledah Rumah 2 Anggota Tim Fatmawati Terkait Setya Novanto

oleh

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Penyidik KPK melakukan penggeledahan terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek E-KTP untuk tersangka Setya Novanto. Penggeledahan dilakukan di 2 lokasi yang berbeda.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Penggeledahan dilakukan pada hari Senin, 28 Agustus 2017 dan juga hari Rabu, 30 Agustus 2017.

“Ada 2 lokasi yang digeledah terkait dengan kasus KTP Elektronik dengan tersangka SN,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis 31 Agustus 2017.

Febri menyebut tempat yang digeledah adalah rumah mantan Direktur Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Yuniarto, di daerah Pulogadung, Jakarta Timur, dan juga rumah Direktur Utama PT Quadra Solutions, Anang Sugiana, di Grogol, Jakarta Barat.

Yuniarto dan Anang diketahui adalah bagian dari Tim Fatmawati, Tim Fatmawati terdiri dari sejumlah pihak yang membahas mengenai proyek pengadaan E-KTP di sebuah ruko di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Ruko tersebut milik Andi Narogong yang kemudian menjadi tersangka dalam kasus E-KTP ini.

“Dari penggeledahan, penyidik menyita sejumlah barang bukti dokumen-dokumen terkait KTP Elektronik dan barang-barang elektronik. Dari sana akan dipelajari barang-barang bukti tersebut,” kata dia.

KPK menetapkan Setya Novanto dengan pidana melanggar Pasal 3 atau 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“KPK menetapkan SN anggota DPR periode 2009-2012 sebagai tersangka dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain dan korporasi. Mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun. SN melalui AA diduga memiliki peran baik dalam proses perencanaan dan pembahasan anggaran di DPR dan proses pengadaan barang jasa. Mengindikasikan peserta pemenang pengadaan barang jaksa dan elektronik,” kata Ketua KPK Agus Raharjo, pada saat penetapan Setya Novanto sebagai tersangka.

 

Sumber: Kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *