Mahasiswa Buddha Indonesia Mengecam Tragedi Rohingya

oleh

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Konflik di Rohingya, Rakhine, Myanmar seolah tidak berkesudahan. Puluhan ribu warga Rohingya hingga pada saat ini terlunta-lunta mengungsi ke negara lain, termasuk Indonesia.

Akibat kejadian tersebut, banyak pihak yang mengecam peristiwa tersebut. Salah satunya datang dari Ketua Presidium Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi), Sugiartana.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Kami dari mahasiswa Buddhis mengecam kejadian krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar,” kata Ketua Presidium Pusat Hikmahbudhi, Sugiartana, pada saat kegiatan Pembukaan dan Stadium Generale Pekan Orientasi IX Hikmahbudhi di Hotel Flamengo Jalan Raya Cilegon Kota Serang, Banten, Sabtu malam 2 September 2017.

Sugiarta menyayangkan sikap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi yang dinilai tidak serius mengakhiri konflik. Padahal, Aung San Suu Kyi di samping memiliki kekuasaan, dia adalah penerima Nobel Perdamaian pada tahun 1991 lalu, karena perjuangan anti kekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia.

“Kita akan melakukan upaya menemui Duta Besar Myanmar, mendesak Suu Kyi untuk bersuara terkait dengan kondisi ini, sehingga kita bisa menemukan solusi yang bisa memanusiakan manusia,” ujar dia. Mahasiswa Buddhis juga berharap Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) segera berpartisipasi memberikan solusi menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Sementara itu, Anggota DPR Aryo Djojohadikusumo menuturkan, bahwa pembantaian etnis Rohingya di Myanmar tidak sama sekali ada hubungannya dengan persoalan agama, melainkan soal politik dan kekuasaan. Sebab menurut Politikus Partai Gerindra ini, di Myanmar ada sekelompok orang yang ingin merebut kekuasaan dan kebetulan di Myanmar penduduknya mayoritas umat Budha. “Tidak ada hubungannya dengan agama, tetapi hubungannya dengan kekuasaan,” tutur dia.

Hal senada dikatakan Ketua PCNU Kota Serang, Kiai Matin Syarkowi. Ia meminta pemerintah Myanmar segera menghentikan kekerasan, pembunuhan dan pengusiran warga etnis Rohingya. “Siapa bilang NU tidak mengutuk peristiwa itu. Kita mengutuk kekerasan yang dilakukan terhadap umat muslim di sana,” tutupnya.

 

Sumber: Metronews.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *