Menteri Luar Negeri Retno Akan Bertemu Aung San Suu Kyi di Myanmar

oleh

Berita Akurat Terpercaya, BERITAAKURAT – Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi dijadwalkan akan terbang ke Myanmar, Minggu 3 September 2017. Di sana, Retno akan melakukan pertemuan dengan Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, penerima nobel perdamaian sejak tahun 1991, yang juga pemimpin Myanmar secara de facto.

 

Ayo Join di BOLAQIUQIU, Situs Betting Online Terpercaya di Indonesia yang memakai sistem terbaru sehingga memudahkan anda untuk bermain dan bertransaksi. Dengan 1 ID, anda bisa menikmati 7 permainan yang kami sediakan dengan minimal Deposit & Withdraw Rp 30.000 dan BOLAQIUQIU juga mempunyai Promo Bonus Rp 5.000 setiap melakukan Deposit minimal Rp 50.000 setiap hari! ( Berlaku 1x sehari dan tidak berlaku kelipatan )

 

Pertemuan itu akan berlangsung Senin 4 September 2017 besok.

“Besok berangkat. Senin pertemuannya dengan Suu Kyi, rencananya begitu,” ujar Retno pada saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu 2 September 2017.

Namun, Retno enggan memberikan keterangan lebih lanjut ihwal agenda apa saja yang akan dibahas. “Nanti saja ya,” kata Retno.

Sejak beberapa bulan terakhir, jumlah korban tewas Rohingya di Rakhine, Myanmar, mencapai lebih dari 1.000 orang. Dua badan PBB yang diwawancara Reuters di Cox Bazar, tempat pengungsian 70 ribu Rohingya di Bangladesh, menyebutkan bahwa mereka telah mengalami tindak kekerasan dari tentara dan polisi Myanmar.

Kekerasan dan pembantaian ini menyusul serangan ke pos pemeriksaan perbatasan yang menewaskan beberapa aparat pada Oktober tahun lalu.

Hal tersebut tentunya berbanding terbalik dengan angka resmi yang dikeluarkan pemerintah Myanmar. Juru bicara kepresidenan Zay Htau mengatakan, korban tewas Rohingya tidak lebih, bahkan hanya 100 orang. Mereka, kata Zay, terbunuh dalam penyisiran tentara ke desa-desa Rohingya dengan dalih mencari kelompok militan.

Kecaman dari berbagai organisasi kemanusiaan di seluruh dunia mengalir ke satu wanita terkuat di Myanmar, yaitu Aung San Suu Kyi yang kini seolah terdiam.

Meskipun jabatan presiden dipegang oleh Htin Kyaw, namun seharusnya Suu Kyi yang memegang sederet posisi strategis seperti Menteri Luar Negeri, Menteri Kantor Presiden, Menteri Tenaga Listrik dan Energi, serta Menteri Pendidikan, bisa mengendalikan tindakan Myanmar atas Rohingya.

Dan kini, puluhan ribu warga Rohingya sedang melarikan diri, dan masih tertahan di perbatasan Bangladesh.

 

Sumber: kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *