Piramida Tersembunyi Ditemukan di Dalam Kuil Kuno Meksiko

oleh

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Arkeolog berhasil mendeteksi adanya bangunan tersembunyi dalam kawasan Chich’zen Itza’s, tepatnya di Kuil Kukulkan.

Nama Kuil Kukulkan, diambil dari nama dewa ular bersayap bernama K’uk’ulkan atau Quetzalcoati, membuka rahasianya setelah tersembunyi lebih dari 1 abad.

 

 

Dalam proses ekskavasi yang dilakukan pada tahun1930-an, piramida tersembunyi kedua yang berisi mahkota berwarna merah dan berbentuk jaguar ditemukan di dalam bangunan Kuil Kukulkan. Bertahun-tahun kemudian, pada tahun 2015, ditemukan gua bawah tanah berisi air, atau ‘cenote’, yang berujung pada sebuah sungai yang kemungkinan dianggap suci oleh Suku Maya masa lampau.

Sekarang, para arkeolog percaya bahwa mereka telah menemukan inti dari bangunan kuil, semacam ‘piramida kecil’ yang tersembunyi di balik bangunan kuil yang dibangun sepanjang kurun waktu 500 dan 800 sebelum masehi, menurut kantor berita Associated Press.

Piramida ketiga ini disebut-sebut sebagai piramid yang menunjukkan keaslian arsitektur Suku Maya karena tidak dipengaruhi oleh kebudayaan asing. Misalnya, orang-orang Toltec yang aslinya berasal dari Hidalgo modern, Meksiko, yang pernah menaklukkan kota Chich’zen Itza’s.

“Kalau piramida ini bisa dipelajari lebih dalam, piramid ini bisa menjadi situs purbakala yang penting karena piramid ini dapat menunjukkan kebudayaan orang-orang yang pertama kali bermukin di wilayah itu. Selain itu, piramid ini juga bisa memberitahu bagaimana perkembangan kebudayaan di wilayah itu,” kata arkeolog Denisse Lorenia Argote.

“Dengan penemuan ini, kita bisa mengetahui kebudayaan asli Suku Maya. Dari banyak situs yang diekskavasi, kita melihat masa transisi dari kebudayaan Suku Maya, dan ada beberapa pengaruh kebudayaan Meksiko juga. Tapi informasi tentang gaya arsitektur asli Suku Maya belum banyak,” ujar Argote.

Para peneliti menemukan piramida yang tingginya sekitar 33 hingga 66 kaki itu menggunakan tri-dimensional electric resistivity topography (ERT-3D), sebuah teknik pemetaan tiga dimensi yang memungkinkan arkeolog melihat bangunan yang tertutup lapisan lain. Teknik ini juga yang digunakan para arkeolog untuk menemukan sebuah terowongan dan ruang-ruang bawah tanah yang tertimbun di bawah lapisan batuan gamping di Kuil Kukulkan.

Tim peneliti sudah mengkonfirmasi adanya tangga dan altar-altar pemujaan di dalam piramida yang baru ditemukan. Menurut Rene Chavez Segura, ilmuwan di The National Autonomous University of Mexico, piramida ini dibangun di dekat ‘cenote’, yang mengindikasikan bahwa kemungkinan piramida ini memang sengaja dibangun mengelilingi gua tersebut.

Ekskavasi terpisah yang dilakukan di Chich’zen Itza’s menemukan tulang belulang manusia yang kemungkinan merupakan kurban persembahan, yang dilemparkan ke dalam ‘cenote’ dalam sebuah ritual.

Tidak semua orang percaya bahwa piramida tersembunyi ini adalah penemuan baru. Geoffrey Braswell, profesor di bidang antropologi di Universitas of California, yang tidak terlibat dalam proyek ekskavasi, curiga bahwa piramida yang katanya baru ditemukan itu sebenarnya sudah pernah ditemukan pada tahun 1940 ketika seorang arkeolog menabrak lapisan ketiga dari piramid itu ketika sedang menggali di dekat formasi kedua.

Braswell pun membandingkan Kuil Kukulkan dengan boneka berlapis dari Rusia, dengan beberapa ruangan yang ada di dalam bangunannya.

“Terowongannya sangat tidak stabil, jadi kita hanya tahu sedikit mengenai piramida ini. Tampaknya piramida yang baru ditemukan ukurannya lebih kecil dibandingkan 2 piramida lain yang lebih dulu ditemukan, dan tata letak ketiganya tidak selaras,” kata Braswell.

Bertengger di Semenanjung Yucatan, Meksiko, Kuil Kukulkan adalah satu dari beberapa monumen kuno yang masih berdiri dari komplek Chich’zen Itza’s. Kemungkinan dibangun pada abad keenam, yang kemudian pembangunannya dilanjutkan oleh orang-orang Toltec, dan disebut sebagai “El Castillo” oleh para tentara Spanyol.

Tinggi dari Kuil Kukulkan sekitar 100 kak, dan terdapat 91 anak tangga di setiap 4 sisinya. Menurut legenda, Quetzalcoati datang ke bumi 2 kali dalam setahun sebelum kembali ke Dunia Bawah. Pengetahuan tentang waktu dan ilmu matematika digunakan untuk membangun kuil ini. Selain itu, kuil ini juga disebut sebagai manifesti dari 365 hari dalam Kalender Maya. Selama 2 hari ketika Quetzalcoati datang ke bumi, dapat terlihat bayangan ular raksasa di ujung-ujung kuil.

Selama 1000 tahun, orang-orang Mesoamerika kuno hidup, menyembah dewa, dan membangun bangunan yang luar biasa di pusat kota mereka, Chich’zen Itza’s telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, dan didatangi sekitar 1,4 juta turis saban tahun.

 

Sumber: Vice

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *