Perang Korea Utara-Amerika Serikat Kemungkinan Pecah, Inggris Diminta Turun Tangan

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara pada saat ini begitu tinggi sehingga pecahnya perang adalah “kemungkinan nyata” yang harus dipersiapkan oleh Inggris. Demikian peringatan yang dilontarkan oleh sebuah lembaga think tank pertahanan.

 

 

Konflik yang meletus antara Washington dan Pyongyang diperkirakan akan mengakibatkan ratusan ribu korban tewas, berdampak signifikan pada ekonomi global dan memiliki implikasi mendalam terhadap lanskap politik dan diplomatik Asia Timur. Hal tersebut diungkap dalam laporan Royal United Services Institute.

“Laporan ini tidak menyebutkan bahwa perang akan terjadi. Namun, probabilitas perang adalah prospek yang tidak menyenangkan,” terang Profesor Malcolm Chalmers yang menulis laporan tersebut seperti dikutip dari Telegraph.co.uk pada Jumat, 29 September 2017.

Dunia menyaksikan bagaimana konflik antara Korea Utara dan Amerika Serikat telah meningkat selama satu tahun terakhir seiring dengan ambisi tiada henti Pyongyang atas program nuklir dan rudal yang dimaksudkan untuk mencapai “keseimbangan kekuasaan”.

Serangkaian uji coba nuklir dan rudal Korea Utara sepanjang tahun ini membuat pejabat Amerika Serikat khawatir bahwa Pyongyang telah lebih dekat dengan pengembangan rudal balistik antar benua yang mampu menghantam wilayah Negeri Paman Sam.

Donald Trump, selaku Presiden Amerika Serikat, sudah menegaskan bahwa opsi militer atas Korea Utara berada di atas meja, meski di lain sisi tekanan dan upaya diplomatik terus digenjot.

Teranyar, pada hari Kamis waktu setempat, China memerintahkan agar seluruh perusahaan Korea Utara yang beroperasi di wilayahnya untuk tutup per Januari 2018. Langkah ini dinilai akan memukul keras Pyongyang, mengingat Beijing merupakan sekutu dan mitra dagang utama mereka.

Adam Smith, mantan staf Dewan Keamanan Nasional di masa pemerintahan Barack Obama memperingatkan bahwa Amerika Serikat telah mencapai akhir upaya diplomatiknya dan sanksi terbaru bisa jadi yang terakhir.

“Kita hanya bisa berharap, bahwa konsekuensi ekonomi bagi Korea Utara atas sejumlah sanksi akan cukup memadai untuk membantu menghindari konflik yang tidak menstabilkan dunia,” tulis Smith di Daily Telegraph.

Profesor Malcolm Chalmers dalam laporannya mengingatkan bahwa perang antara Korea Utara dan Amerika Serikat dapat meletus akibat dua hal. Pertama, serangan pre-emptive Amerika Serikat yang bertujuan menganggu program senjata nuklir Korea Utara. Kedua, serangan Korea Utara ke Korea Selatan, Jepang atau bahkan wilayah Amerika Serikat.

Salah satu skenario dalam konflik bersenjata Amerika Serikat-Korea Utara adalah kemungkinan itu akan meningkat menjadi perang skala penuh yang berujung pada invasi Amerika Serikat ke Korea Utara, disertai dengan kampanye siber dan udara untuk menghancurkan serta menganggu komunikasi, komando, dan kontrol.

Korea Utara kemungkinan akan meluncurkan serangan rudal artileri dan taktis ke Seoul yang akan memicu jatuhnya korban sipil dalam jumlah yang tinggi.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa pasukan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang berteknologi tinggi kemungkinan akan mengalahkan jutaan tentara Korea Utara dalam sebuah pertempuran yang sulit. Sementara, jenderal-jenderal Korea Utara diperkirakan akan menggunakan taktik perang asimetris dengan penggunaan senjata nuklir demi melawan ketidakseimbangan kekuatan.

Profesor Chalmers pun meminta pemerintah Inggris untuk mendesak Amerika Serikat agar tidak mempertimbangkan untuk melakukan serangan lebih dulu terhadap Korea Utara serta berkonsultasi dengan sekutu regional seperti Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

 

Sumber: Liputan6

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *