Usai Cendol, Netizen Indonesia dan Malaysia Kembali Ribut “Rebutan” Klaim Martabak Manis

oleh

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Perseteruan antara netizen Indonesia dan Malaysia tidak hanya terjadi cukup sekali-dua kali. Oleh karena itu, bukan baru jika akhirnya warga dunia maya kedua negara ini kembali “berseteru” sembari melontarkan ucapan pedas.

 

 

Bahan perdebatan ini pun tidak jauh dari masalah klaim budaya, lagu, hingga makanan. Usai meributkan soal cendol yang disebut berasal dari Malaysia, kini netizen kembali berdebat panas soal martabak!

Hal ini bermula dari video yang diunggah ulang akun situs komedi paling besar di dunia saat ini di Instagram, @9gag, Minggu, 8 Oktober 2017.

Dalam video yang semula diunggah akun @mgdalenaf, terlihat seseorang sedang mengolah martabak manis dengan taburan cokelat, kacang, dan keju.

Dari informasi yang dituliskan akun @mgdalenaf, martabak alias kue terang bulan ini, ia jumpai di Jalan MH Thamrin No.67, Semarang.

Berikut isi postingan selengkapnya:

Kembali lg ke jajanan legendaris di semarang, martabak/terang bulan/kue bandung thien2 lay! Adonannya sendiri empuk bgt dgn pilihan topping klasik spt coklat, keju, kacang, dan kismis plus susu kental manis yg banyakkkk Disini kalian jg bisa beli 1/2 porsi loh krn jujur kalau makan ini gbs banyak2, 2 potong sendiri aja udah cukup eneg #mgdalenafSEMARANG”

“Indonesian Sweet Pancake
IDR 51.000 (1/2 porsi)
17.00 – 21.30.”

 

Video ini diunggah ulang oleh akun @9gag dengan tambahan caption: Pernah mencoba martabak, makanan penutup dari Indonesia?! Wow!

Nah, perdebatan panas antara netizen Indonesia dan Malaysia pun dimulai.

Meskipun akun @9gag sudah jelas menyantumkan martabak adalah makanan penutup dari Indonesia, beberapa netizen Malaysia menyebut, kudapan itu adalah apam balik.

Tidak terima jika martabak secara tidak langsung diklaim oleh Malaysia, netizen tanah air pun memberikan pembelaan.

Sayangnya, saat hendak menelusuri kembali aksi berbalas komentar netizen Indonesia-Malaysia, akun @9gag sudah menghapus postingan tersebut.

Namun, akun Instagram @dramasosmed sempat meng-capture postingan dan balas-balasan komentar netizen 2 negara bertetangga ini.

 

Dan, beginilah komentar netizen Indonesia.

Banyak yang menyebut Malaysia sebagai negara yang gemar mengklaim sesuatu yang sebenarnya merupakan milik Indonesia, termasuk tidak sedikit yang meminta agar netizen lainnya belajar atau mengenal sejarah martabak di Indonesia.

 

@oktasas: anjaayyy, ampe martabak segala di aku aku…. poor u!

@kadekdenaa: Yaelah tongg…ambil budaya indonesa kuy…tari pendet daribali aja di akui malysia.

@naufal_r_aqil: Dasar negara gak punya budaya Tersendiri, jadilah diri sendiri jgn liat negara lain Dan mengakui budayanya.

@m_fadhillah_h: Hahaha… kerja nyolong terus… ga malu apa di lihat negara lain.. kek anak kecil…

@reyhanfadhla: gini ya bukannya saya membela malaysia, sejak negara belum terbentuk pasti ada makanan ya kan, dan dulu orang2 sudah bisa pindah2 dan berdagang. nah kalo biasa ya kalau makanan/kebudayaan/apalah sama kalo asih sepulau. apalagi Indonesia dulu belum terbentuk negaranya.jadi kalo masih sepulau/sedaerah bisa dibilang makanan itu daerah situ. contoh rendang dari sumatra..

@hanzslavenger: Martabak emank populer di Indonesia. Tapi coba cari tahu sejarah asalnya dari mana ko bisa sampai indonesia. Yang jelas bukan dri Indonesia kok.

@g.parasayu: Heran jg, knp mau ngajakin berantem mulu sm Negara tetangga, pdhl kita serumpun.

@arabdepok_: Dikasih martabak mintanye pizza,giliran martabak di akuin negara laen lo geger, sehat bosQuh? Sudah makan mecin berapa bungkus hari ini?

Sementara itu, dilansir dari wikipedia.org, martabak memang dijual di dua negara bertetangga ini dan memiliki banyak nama.

Sebut saja apam pulau pinang atau martabak manis/martabak bangka (Jakarta), terang bulan (Bandung), Kue Bandung (Semarang) apam pinang (Pontianak), apam balik (Malaysia), atau kue bulan (daerah timur Indonesia), Terang Bulan/Terbul (Makassar).

Berbeda dengan Martabak (atau Moortaba) yang berasal dari (dipengaruhi oleh budaya) India, kue khas yang dibuat oleh warga Tionghoa dari Kepulauan Bangka-Belitung juga dinamakan martabak.

Martabak khas daerah ini disebut juga kue Hok Lo Pan. Hok Lo Pan bermakna Kue Orang Hoklo.

Tidak diketahui dengan jelas alasan mengapa Orang Hakka menciptakan kue ditambah-tambah kata “Hoklo”, kemungkinan hanya untuk menarik perhatian dan mendatangkan pembeli.

Orang Hoklo tidak membuat kue semacam itu.

 

Sumber: Tribun

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *