Curhat Joko Widodo Saat Fotonya Disandingkan Dengan DN Aidit

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Kabar bohong alias hoax yang menerpa Presiden Joko Widodo kerap kali dikaitkan dengan PKI dan komunisme. Hal itu bahkan terjadi sejak masa kampanye dan masa awal menjabat sebagai Presiden RI. Bentuknya, pemalsuan foto dirinya yang bersebelahan dengan tokok PKI, DN Aidit.

 

 

Presiden Joko Widodo menyebut, hal semacam itu kerapkali terjadi meskipun tidak logis.

“Di sosial media, foto saya dijejerkan dengan DN Aidit saat pidato. Pidatonya pada tahun 1955, sementara saya lahir tahun 1961,” ujar dia, di Ponpres Al-Karimiyah, Sumenep, Jawa Timur, Minggu 8 Oktober 2017.

Menurut dia, fotonya bersama dengan pemimpin senior PKI ini sempat viral alias populer di sosial media. Nahasnya, banyak netizen yang mempercayai hal itu meskipun tidak masuk akal.

“Yang saya heran kok ada yang percaya. Logikanya kan enggak masuk,” ucapnya.

Setelah isu tersebut berlalu, Joko Widodo menyebut bahwa berita bohong terkait PKI berlanjut kepada orangtua Joko Widodo.

Selain soal PKI dan komunisme, kata Joko Widodo, ia juga menjadi korban hoax melalui isu “antek asing dan antek aseng”, hingga isu diktator karena mengeluarkan Perppu Ormas dan berujung membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Oleh sebab itu, ia meminta seluruh masyarakat berhati-hati ketika menerima informasi dari sosial media. Terlebih, jelang Pemilu 2019. Meskipun demikian, Joko Widodo meyakini banyaknya berita bohong di sosial media akan membuat masyarakat Indonesia semakin pintar dan matang dalam menerima informasi.

“Sosmed gudang fitnah, berita bohong. Jangan baca langsung emosi, padahal tulisan enggak jelas. Akun palsu itu banyak sekali,” ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Dalam kunjungan kerja Joko Widodo ke Jawa Timur kali ini, Joko Widodo memang mengagendakan kedatangannya di 3 pondok pesantren di Kabupaten Sumenep, yaitu Ponpes Annuqoyah Guluk-Guluk, Ponpes Al-Amin di Kecamatan Pragaan, dan Ponpes Al-Karimiyah.

Seperti biasa, pada setiap kunjungan kerjanya, Presiden membagikan sepeda dengan terlebih dahulu memberi soal kepada hadirin yang maju ke panggung. Hal itu ia lakukan pada saat berinteraksi dengan ulama dan santri di Pondok Pesantren Annuqayyah, Sumenep.

Muhammad Thoriq Syakhrodi, salah satu hadirin dari Ponpes Darussalam Pamekasan, diberikan kesempatan untuk maju ke panggung oleh Joko Widodo. Thoriq diminta menyebutkan 7 suku di Indonesia.

Joko Widodo pun sejenak bercanda dengan Thoriq. Menurutnya, banyak orang yang berminat untuk maju ke panggung dan menjawab pertanyaan untuk mendapatkan sepeda darinya.

Namun, itu bukan karena harga sepedanya. Hal itu disebabkan adanya tulisan “hadiah dari Presiden” pada sepeda itu.

“Pak Kyai jauh-jauh dari Pamekasan, kelihatannya juga ingin sepeda,” Joko Widodo berseloroh, dan disambut tawa ulama dan santri di sana.

Thoriq pun tertawa mendengar hal itu. Ia mulai menyebutkan suku-suku di Indonesia satu persatu hingga diganjar sepeda oleh Joko Widodo.

 

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *