KPK Tidak Mau Buru-Buru Untuk Jerat Kembali Setya Novanto

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ingin buru-buru menetapkan kembali Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi E-KTP.

 

 

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menyatakan bahwa jajarannya pada saat ini masih mempelajari dengan teliti dokumen dan berkas putusan praperadian yang dimenangkan oleh Setya Novanto.

“Kami tidak mau nanti Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka, kemudian praperadilan lagi,” kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

“Kami mau yang sangat detail dan penyidik yakin dengan itu semuanya, baru kami akan maju”.

Terkait dengan pemanggilan sebagai saksi, Basaria mengatakan bahwa kehadiran Setya Novanto dibutuhkan untuk mengklarifikasi keterangan terkait dengan sejumlah tersangka lain dalam proyek milik Kementerian Dalam Negeri itu.

Mulanya, KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun, pada 17 Juli 2017. Namun, status tersangkanya hilang setelah menang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 29 September lalu.

Berdasarkan surat dakwaan Andi Agustinus alias Andi Narogong, Setya Novanto disebut sebagai pihak yang mengatur proyek E-KTP sejak awal bersama Andi. Setya Novanto juga disebut menerima jatah Rp 574 miliar dari proyek senilai Rp 5,9 triliun, yang menggunakan APBN murni.

Pada saat hadir pada persidangan Irnam dan Sugiharto, Setya Novanto membantah telah menerima uang dari proyek milik Kementerian Dalam Negeri itu. Ketua Umum Golkar itu juga mengaku mengenal Andi Narogong hanya terbatas pada urusan pembelian kaos untuk Partai Golkar, dan bukan soal pengadaan proyek E-KTP.

Terkait dengan penetapan kembali status tersangka atas subyek hukum yang telah memenangkan praperadilan, Mahkamah Konstitusi menyatakan hal tersebut diperbolehkan.

Dalam pertimbangan putusan nomor 42/PUU-XV/2007 yang dibacakan hari ini, MK menyatakan bukti yang telah dipergunakan pada penyidikan terdahulu pun bisa kembali digunakan sebagai bukti sah untuk penetapan tersangka kembali.

 

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *