Baru 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Wacana 2 Periode Sudah Muncul

oleh

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Usia pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla baru menginjak 3 tahun pada 20 Oktober lalu. Satu periode belum tuntas dan pemilu 2019 masih jauh, namun wacana 2 periode kepemimpinan Joko Widodo santer terdengar.

 

 

Hasil survei lembaga Political Marketing Consulting (PolMark) Indonesia menunjukkan bahwa sebanyak 44.3% responden menginginkan Joko Widodo terpilih kembali menjadi Presiden pada Pilpres 2019.

Berdasarkan data survei, ada sebanyak 32,4% yang menjawab tidak ingin Joko Widodo kembali memimpin. Kemudian, sebanyak 23,2% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Direktur PolMark Indonesia Eep Saefullah mengatakan, pilihan responden tersebut berhubungan dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Joko Widodo. Berdasarkan survei, 57,6% menyatakan puas terhadap kinerja Joko Widodo.

Menurut Eep, hanya 25,4% yang menyatakan tidak puas. Kemudian, 5,3% menyatakan tidak tahu dan tidak menjawab.

Wawancara survei yang dilakukan pada 9 – 20 September 2017. Populasi survei ini adalah WNI yang berdomisili di seluruh Indonesia, dan telah mempunyai hak pilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah ketika dilakukan survei ini.

Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsiona; berdasarkan besaran jumlah pemilih.

Jumlah responden 2.250 orang dengan proporsi imbang (50:50) laki-laki dan perempuan. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 2,1%. Selain itu, tingkat kepercayaan sebesar 95%.

Meskipun ada peluang periode kedua, hasil survei menunjukkan tingkat elektabilitas Joko Widodo relatif turun. Mengacu pada hasil survei tahun 2014, elektabilitas Jokowi-JK sebesar 54,9%.

Elektabilitas Joko Widodo turun 13,7% menjadi 41,2% ketika responden ditanyakan jagoannya kalau pemilu dilaksanakan hari ini.

Turunnya elektabilitas Joko Widodo juga dialami pesaing terdekatnya, Prabowo Subianto. Pada survei tahun 2014, Prabowo-Hatta meraih 26,3%. Kini, elektabilitas Prabowo menjadi 21%, turun 6,3%.

“Saya katakan, harus hati-hati kalau Pak Jokowi dan Prabowo karena bisa jadi akan muncul calon alternatif dari situasi yang sangat situasional saya katakan tadi,” kata Eep.

Turunnya elektabilitas Jokowi dan Prabowo itu membuat sejumlah nama terdongkrak. Figur lain muncul meskipun elektabilitasnya masih jauh, di bawah 5%.

Beberapa nama yang muncul, antara lain Agus Harimurti Yudhoyono (2,9%), Anies Rasyid Baswedan (2,2%), Hary Tanoesiedibjo (2%), Gatot Nurmayanto (2%), Jusuf Kalla (1,9%), Megawati (1,1%), Rhoma Irama (1%), Mahfud MD (0,6%), serta Zulkifli Hasan (0,2%).

Survei lain juga memperlihatkan peluang 2 periode Jokowi. Berdasarkan survei Penelitian dan Pengembangan Kompas, sebagian besar responden menganggap Jokowi layak memimpin Indonesia selama 2 periode.

Tim peneliti litbang mengajukan pertanyaan “Sudah berhasil atau belumkah Jokowi dalam menjalankan kerja kepresidenan selama 3 tahun ini?”

Sebanyak 70 responden menjawab Jokowi berhasil menjalankan pekerjaannya selama 3 tahun terakhir.

Pertanyaan berikutnya yang diajukan yakni “Menurut anda, layak atau tidakkah Jokowi menjabat presiden 2 periode?” Sebanyak 66% menjawab iya.

Survei Litbang Kompas menggunakan metode pemilihan sampel acak bertahap (multistage random sampling). Populasinya adalah seluruh WNI berusia minimal 17 tahuna tau sudah menikah yang memiliki hak pilih dalam pemilu.

Adapun jumlah sampelnya 1.200 responden yang diambil dari 32 provinsi di Indonesia. Margin of error kurang lebih sebesar 2,83 pada tingkat kepercayaan 95%.

 

Sumber: Beritagar

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *