Aung San Suu Kyi Injakkan Kakinya di Rakhine

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Untuk pertama kalinya, pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, menginjakkan kakinya di provinsi Rakhine.

 

 

Pada Kamis, 2 November 2011, didampingi sekitar 20 staf dan pengawalnya, Suu Kyi berangkat menggunakan helikopter militer dari Sittwe menuju Maungdaw dan Buthiduang, dua wilayah yang disebut sebagai pusat pertempuran dalam konflik muslim Rohingya di Rakhine.

Media dilarang meliput kunjungan yang dilangsungkan secara tertutup karena alasan keamanan. Salah satu juru bicara pemerintah dalam Reuters mengatakan, kedatangan Suu Kyi adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Rakhine baik-baik saja.

Chris Lewa, aktivis kemanusiaan Arakan yang ikut dalam rombongan mengatakan, Suu Kyi kerap menghentikan mobilnya untuk berbicara dengan penduduk lokal Rakhine.

Namun, dalam kunjungan itu Suu Kyi hanya singgah ke tempat-tempat yang terdampak oleh operasi militer, tidak termasuk di dalamnya daerah perbatasan tempat ribuan muslim Rohingya terdampar menunggu kepastian menyebrang menuju Bangladesh.

“Dia hanya mengatakan tiga hal ini kepada penduduk Rakhine, mereka harus hidup dengan damai, mereka tidak boleh bertengkar dengan sesama, dan meyakinkan bahwa pemerintah akan selalu siap menolong,” sebut Lewa dalam The Guardian.

Kunjungan Suu Kyi hanya berselang beberapa hari dari rencana sejumlah senator Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi kepada militer Myanmar atas tragedi kemanusiaan yang telah membuat sekitar 600.000 muslim Rohingya lari dari negara yang dulunya bernama Burma itu.

Delegasi Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat dijadwalkan akan berada di Bangladesh pada Jumat dan Sabtu 3-4 November 2017 untuk membicarakan langkah yang bisa ditempuh untuk mengatasi krisis kemanusiaan dan hak asasi yang terjadi di Rakhine.

Perwakilan delegasi akan dipimpin oleh Simon Henshaw, asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Biro Populasi, Pengungsi, dan Migrasi.

Sejak operasi militer diluncurkan di Rakhine, Suu Kyi selalu menjadi sorotan dunia internasional. Penerima Nobel Perdamaian itu mendapat kritikan keras karena sikap diamnya terhadap tragedi yang menewaskan sekitar 400 pejuang Rohingya, puluhan warga sipil Rakhine, dan puluhan anggota militer Myanmar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok HAM internasional sepakat menyebut tragedi kemanusiaan di Rakhine sebagai upaya militer Myanmar untuk membersihkan etnis Rohingya.

Etnis Rohingya telah lama berkonflik dengan mayoritas penduduk Myanmar yang menganut agama Budha. Mereka dicap sebagai “Bengali”, imigran ilegal yang keberadaannya tidak akan pernah diakui oleh pemerintah Myanmar.

Myanmar menolak tudingan dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan militer hanyalah upaya perlawanan kepada militan Rohingya yang menyerang 30 pos keamanan militer di bagian utara Rakhine pada 25 Agustus 2017.

ABC melaporkan, ribuan pengungsi Rohingya terekam berhamburan di dekat Sungai Naf, perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Mereka menunggu kapal-kapal yang mau mengangkut mereka dengan harga yang sesuai. Belakangan, kapal-kapal ini mematok harga yang fantastis untuk satu kali penyeberangan.

Akhir September lalu, pemerintah Bangladesh mengumumkan pembatasan jumlah pengungsi Rohingya yang bisa ditampung di negaranya. Tempat penampungan sementara yang dibangun di kota Cox’s Bazar hanya diprioritaskan untuk 400.000 pengungsi terdaftar.

Suu Kyi pernah menjamin bahwa para pengungsi akan diterima dengan baik jika mereka mau kembali. Namun, agaknya para pengungsi masih trauma dengan operasi militer dan tidak adanya bantuan pemerintah untuk membangun ulang rumah-rumah mereka yang habis terbakar.

Di sisi lain, bantuan dari organisasi internasional yang diizinkan masuk ke Rakhine juga masih dibatasi.

Jika pun berhasil masuk Rakhine, bantuan itu kebanyakan malah menyasar penduduk Budha Rakhine. Dan hingga saat ini, belum juga ada kejelasan baik dari pemerintah Bangladesh maupun Myanmar tentang bagaimana merepatriasi para pengungsi ini.

 

Sumber: Beritagar

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *