Mari Mengintip Harta Pangeran Alwaleed, Miliarder Yang Ditahan Oleh Saudi Arabia

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Salah satu orang terkaya di Timur Tengah, Pangeran Alwaleed bin Talal, termasuk pangeran yang ditahan Pemerintah Saudi Arabia dengan tudingan korupsi. Selain itu, ada pula puluhan pangeran lain dan menteri pemerintahan.

 

 

Dikutip dari laman New York Times, Minggu 5 November 2017, kabar ini diketahui berdasarkan pengakuan dari petinggi King Holding Company, perusahaan milik Pangeran Alwaleed, kepada The Associated Press.

Pangeran Alwaleed adalah salah satu orang terkaya di Timur Tengah. Dia menanamkan uang di berbagai perusahaan dunia melalui King Holding Company, sebut saja Twitter, Apple, Rupert Murdoch’s News Corporation, Citigroup, dan yang terakhir Lyft.

Dia juga dikenal sebagai salah satu bangsawan Saudi yang paling blak-blakan, dan cukup modern. Salah satunya, menganjurkan hak-hak perempuan yang lebih besar di Saudi Arabia. Grup Rotana, saluran televisi yang populer di Arab juga salah satu miliknya.

Seperti mengutip Economictimes.com, Pangeran Alwaleed lahir pada 7 Maret 1955 di Saudi Arabia. Nama Pangeran Alwaleed sudah tersohor sebagai salah satu investor terkaya di dunia.

Bahkan, sejumlah media menjuluki pangeran yang satu ini sebagai Warren Buffett asal Saudi Arabia karena kehebatannya berbisnis.

Bisnis yang digelutinya sebagian besar difokuskan pada sektor properti komersial. Lewat Kingdom Holding Company yang dipayunginya, Pangeran Alwaleed berhasil memiliki saham di sejumlah perusahaan berskala global, terutama perhotelan.

Sebut saja di antaranya, kepemilikan sejumlah saham di Four Seasons Hotels & Resorts, Movenpick Hotels & Resorts dan Raimont Raffles Holding. Tidak berhenti sampai di situ, dia juga dilansir mempunyai saham di Hotel George V, Paris dan Savoy Hotel di London.

Menyangkut hunian pribadi, dikabarkan Pangeran Alwaleed menempati rumah mewah senilai US$ 130 juta yang terlihat megah bak istana. Hunian itu bahkan memiliki garasi yang mampu menampung lebih dari 300 koleksi mobilnya.

Pada November 2016, majalah Forbes memasukkan Alwaleed dalam peringkat ke-45 sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 18,7 miliar atau setara Rp 252,41 triliun.

Namun berdasarkan data terakhir Forbes, pada Minggu 5 November 2017, kekayaan Pangeran Alwaleed turun menjadi US$ 17 miliar atau setara Rp 229,4 triliun.Posisinya juga turun menjadi peringkat ke-71.

Raja Salman Menahan 11 Pangeran dan Singkirkan Sejumlah Menteri

Raja Saudi Arabia, Salman bin Abdulaziz Al-Saud mengambil keputusan penting terkait reformasi dalam kerajaan. Pada Sabtu 4 November 2017, Raja Salman memecat sejumlah petinggi kerajaan, di antaranya seorang pangeran yang menjadi kepala National Guard.

Tidak hanya itu, sang raja juga memecat menteri ekonomi dan mengumumkan komite baru khusus anti-korupsi.

Raja Salman kemudian menunjuk Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman sebagai kepala komite khusus anti-korupsi tersebut.

Al-Arabiya news channel juga melaporkan, 11 pangeran dan puluhan mantan menteri ditahan. Langkah itu diambil pasca-temuan dari lembaga anti-korupsi baru tersebut.

Mengutip dari Associated Press, dewan ulama tertinggi kerajaan mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa ini adalah kewajiban Islam untuk memerangi korupsi, yang pada dasarnya memberi dukungan religius kepada penangkapan sejumlah petinggi kerajaan.

Pemerintah mengatakan bahwa komite anti-korupsi memiliki hak untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan, memberlakukan pembatasan perjalanan dan membekukan rekening bank.

Komite juga dapat melacak dana, mencegah transfer dana atau likuidasi aset dan melakukan tindakan pencegahan lainnya sampai kasus diajukan ke pengadilan.

Perintah kerajaan tersebut mengatakan bahwa komite tersebut dibentuk karena, “Kecenderungan beberapa orang untuk melakukan penyalahgunaan kekuasaan, meletakkan kepentingan pribadi mereka di atas kepentingan publik, dan mencuri dana publik.”

Warga Saudi Arabia telah lama mengeluhkan korupsi yang merajalela di pemerintahan dan dana publik yang disia-siakan atau disalahgunakan oleh orang-orang yang berkuasa.

Putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman berusia 32 tahun itu telah berusaha menarik investasi internasional yang lebih besar dan memperbaiki reputasi negara tersebut sebagai tempat berbisnis.

Upaya ini adalah bagian dari usaha yang lebih besar bagi Saudi Arabia untuk melakukan diversifikasi ekonomi dari ketergantungan pada pendapatan minyak.

 

Sumber: Liputan6.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Satu tanggapan untuk “Mari Mengintip Harta Pangeran Alwaleed, Miliarder Yang Ditahan Oleh Saudi Arabia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *