Ultimatum KPK Untuk Anak Setya Novanto

oleh

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 2 anak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto. Komisi membutuhkan keterangan keduanya terkait dengan kasus korupsi proyek E-KTP.

 

 

Dwina Michaella dan Reza Herwindo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudiharjo. KPK sedang fokus terhadap PT Murakabi, peserta konsorsium proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

“Tim masih membutuhkan informasinya, karena memang perusahaan Murakabi tersebut dan pihak-pihak yang terkait perlu kita dalami dan perlu kita cari tahu,” ujar Jubir KPK Febri Diansyah pada saat dikonfirmasi, Rabu 29 November 2017.

Namun, kedua anak Ketua Umum Partai Golkar itu mangkir. Disinggung kapan pemanggilan terhadap keduanya akan kembali dilakukan, Febri mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Nanti kita sampaikan kembali kapan rencana penjadwalan ulang dan pemeriksaan kembali 2 orang tersebut.” ujarnya.

Pada pekan sebelumnya, KPK telah memanggil keduanya, namun yang bersangkutan tidak hadir tanpa keterangan apapun.

“Tidak ada informasi alasan ketidakhadiran,” ungkap Febri 24 November 2017 lalu.

Febri mengingatkan agar para saksi agar memenuhi panggilan. Menurutnya, surat panggilan untuk saksi sudah disampaikan secara patut.

Reza dan Dwina ditengarai tahu soal yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu. Pada saat proyek E-KTP bergulir, Dwina dan Reza merupakan komisaris PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta tender proyek E-KTP di Kementerian Dalam Negeri.

Murakabi membentuk konsorsium bersama perusahaan lainnya. Konsorsium Murakabi diduga sengaja dibentuk oleh Tim Fatmawati untuk mendampingi Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), yang disiapkan untuk menggarap proyek E-KTP.

Reza merupakan pemegang 30 saham PT Mondialindo Graha Perdana, bersama istri kedua Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor yang memiliki 50% saham. PT Mondialindo diketahui sebagai salah satu pemegang saham PT Murakabi.

Namun, dua perusahaan tersebut diklaim sudah dijual ke pihak lain. Setya Novanto sendiri mengaku tidak tahu bila ada nama-nama keluarganya dalam 2 perusahaan tersebut.

Menurut Febri, penyidik KPK ingin mengorek keterangan dua anak Setya Novanto terkait kepemilikan saham di dua perusahaan tersebut serta hal lain yang berkaitan dengan proyek E-KTP yang mulai dibahas sejak 2010 lalu.

“Jadi kita ingin tahu sejauh mana pengetahuan yang bersangkutan (Reza dan Dwina) terkait kepemilikan perusahaan, saham-saham perusahaan dan juga hal-hal yang lain,” tutur Febri.

KPK pun sudah memblokir rekening milik Setya Novanto dan istrinya serta kedua anaknya tersebut sejak tahun 2016. Pemblokiran ini berkaitan dengan penyidikan kasus korupsi proyek E-KTP.

“Pemblokiran ataupun penyitaan dan lain-lain merupakan kewenangan penyidik sesuai hukum acara,” ungkap Febri.

Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi beralasan bahwa Dwina tidak hadiri pemeriksaan karena surat yang dialamatkan salah. Sebab, sejak menikah, Dwina tidak lagi satu rumah dengan Setya Novanto.

Menurut Fredrich, Setya Novanto sudah dibekukan sejak tahun 2016 sebelum dijadikan tersangka. Fredrich pun tidak merinci rekening mana yang diblokir oleh KPK. Tetapi menurut dia, KPK hanya memberikan surat untuk permintaan blokir rekening.

 

Sumber: Merdeka.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *