Inilah 11 Profesi Paling Berbahaya di Dunia, Nyawa Taruhannya!

oleh

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Kamu mungkin pernah berpikir bahwa pekerjaan yang sedang dijalani pada saat ini jauh dari kenyamanan. Hati selalu dipenuhi dengan amarah dan rasa kesal manakala si bos memberi tambahan tugas baru.

 

 

Namun, ingatlah sebuah pepatah, rumput tetangga lebih hijau dari milik sendiri. Kita seringkali tidak sadar jika pekerjaan yang dijalani ternyata lebih menyenangkan dan bahagia. Setidaknya, jika dibandingkan dengan orang-orang yang bekerja pada bidang ekstrim ini.

Orang-orang ini bekerja di bidang di mana kematian menjadi salah satu resiko yang akan mereka jumpai. Selain itu, sikap tidak hati-hati pada saat bekerja dapat mengakibatkan bukan hanya satu, tetapi beberapa orang di sekitarnya meninggal dunia.

Berikut ini 11 pekerjaan paling berbahaya di dunia.

 

1. Pemerah Bisa Ular

Pemerah bisa ular mungkin pekerjaan yang tidak populer. Malah terdengar sangat aneh. Namun, justru keberadaannya sangat penting untuk keselamatan orang banyak.

Bisa yang diperah dengan cara yang sangat berbahaya memiliki manfaat yang besar bagi dunia kesehatan. Bisa ular sering dijadukan bahan percobaan atau pembuatan anti bisa.

Meskipun sangat berbahaya, gaji seorang pemerah bisa ular per tahun termasuk kecil, hanya sebesar US$ 30 ribu atau setara Rp 405 juta.

 

2. Pekerja Konstruksi Bangunan

Meskupun sudah menggunakan peralatan keselamatan, pekerjaan ini mengharuskan kamu berurusan dengan alat-alat berbahaya dan material yang berat. Selain itu, pekerjaan ini memaksa kamu bekerja di ketinggian yang cukup membuat hati menjadi ciut.

Bahaya lain dari pekerjaan ini berasal dari balok baja atau dinding beton yang roboh menimpa para pekerja. Gaji pekerja konstruksi per tahunnya antara US$ 31 ribu – US$ 70 ribu per tahun atau setara Rp 418 juta – Rp 945 juta.

 

3. Kurir

Mengejutkan! Pekerjaan yang sekarang menjadi tren seiring menjamurnya toko online ini malah masuk dalam daftar pekerjaan paling berbahaya di dunia. Namun, jika diperhatikan, pekerjaan ini memang berbahaya.

Coba bayangkan jika mengantarkan pesanan makanan ke sebuah pesta yang penuh dengan orang mabuk, atau mengantarkan barang ke orang yang kebetulan sedang dalam kondisi jiwanya tertekan dan tidak stabil. Tidak hanya itu saja, kurur juga sering menjadi sasaran perampokan atau kejahatan lainnya.

Padahal, gaji tahunan seorang kurur berada di kisaran US$ 27 ribu hingga US$ 35 ribu atau setara Rp 364 juta hingga Rp 472 juta.

 

4. Pemain Rodeo

Profesi pemain rodeo sempat populer di akhir tahun 80an karena menjanjikan penghasilan yang lumayan besar dalam waktu singkat. Jika bisa bertahan di atas punggung banteng liar selama 8 detik, uang segepok bisa berada di tangan.

Namun, pada kenyataannya, penghasilan yang didapat tidak sepadan dengan konsekuensi yang harus diterima para pemain rodeo.

Beberapa statistik menunjukkan bahwa pemain rodeo mendapat satu cedera signifikan untuk setiap 15 pertunjukkan. Cederanya bukan main-main, mulai dari tulang retak, patah tulang, geger otak hingga kematian.

Namun, penghasikan seorang pemain rodeo dalam setahun memang sangat fantastis, bisa mencapai US$ 107 ribu atau setara dengan Rp 1,4 miliar.

 

5. Pemandu Gunung

Penaklukan puncak gunung yang tinggi adalah mimpi bagi sebagian orang. Hal ini menciptakan lapangan kerja baru bagi yang kesulitan mewujudkan mimpinya itu. Karena itulah muncul pekerjaan pemandu gunung.

Tugas mereka tidak hanya menunjukkan jalan tetapi membawa peralatan atau bekal pendaki gunung yang menyewa mereka. Selain itu, mereka juga yang pertama mencoba jalan yang sekiranya berbahaya, sambil tetap menjaga keselamatan orang-orang yang dipandunya.

Gaji pemandu gunung lumayan besar. Dalam setahun penghasilan mereka US$ 70 ribu atau setara Rp 945 juta.

 

6. Karyawan Produsen Microchip

Di dunia modern ini, kita hampir bergantung pada laptop dan ponsel. Tetapi tahukah Kamu bahwa dalam proses pembuatan komponen utamanya, microchip, membutuhkan biaya dan pengorbanan yang tinggi.

Sejumlah besar bahan kimia berbahaya seperti arsenik digunakan dalam produksi microchip. Meskipun tidak secara langsung menimbulkan dampak yang fatal, namun terpapar arsenik dalam waktu yang lama bisa mengakibatkan cacat lahir, keguguran, penyakit terkait pernapasan, dan kanker.

Padahal, untuk masalah gaji, karyawan produsen microchip hanya dibayar US$ 61 ribu atau setara Rp 823 juta.

7. Wartawan Perang

Mendapatkan berita seimbang dari medan perang sama pentingnya dengan menjadi seorang dokter. Namun, tugas sebagai wartawan perang jelas mengandung risiko yang lebih tinggi dari seorang dokter. Daftar bahaya yang dihadapi wartawan perang di antaranya adalah penculikan, penyiksaan jika tertangkap, dan tentu saja kematian.

Sebab, begitu seorang wartawan perang berada di tengah-tengah pertempuran, dia tidak dianggap sebagai jurnalis, tetapi musuh. Hal ini tentu tidak sepadan dengan gajinya yang hanya US$ 36 ribu atau setara Rp 486 juta per tahun.

 

8. Pengeboran Minyak Lepas Pantai

Berada di tengah laut, jauh dari akses manapun dengan cuaca yang terkadang sulit diprediksi adalah sekian alasan mengapa pekerjaan ini terhitung sangat berbahaya dan merenggut nyawa para pekerjanya.

Terkadang, pekerja pengeboran minyak lepas pantai harus bekerja selama 16 jam secara terus-menerus. Mereka bahkan bisa tidak tidur selama satu atau dua hari.

Kebakaran, ledakan, tenggelam, dan kecelakaan karena alat pengeboran adalah beberapa di antara risiko yang harus dihadapi.

Namun, risiko itu sepadan dengan penghasilan mereka yang berada di kisaran US$ 70 ribu hingga US$ 140 ribu per tahun atau setara Rp 945 juta hingga Rp 1,8 miliar.

 

9. Pawang Buaya

Pertunjukan pawang buaya yang melibatkan aksi berbahaya seperti memasukkan kepala atau anggota tubuh lainnya ke dalam mulut hewan ganas itu merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu penonton. Namun, semua itu mengandung risiko yang bisa mengancam nyawa sang pawang.

Sebab, buaya dalam pertunjukan tersebut masih terhitung hewan liar yang kadang bisa berbuat di luar dugaan yang bisa membahayakan keselamatan.

Penghasilan per tahun seorang pawang buaya tidak bisa diketahui secara pasti, namun diperkirakan sekitar US$ 8 per jam atau setara Rp 108 ribu.

 

10. Penebang Kayu

Pekerjaan ini bukan hanya melelahkan, tetapi sangat berbahaya. Kamu diharuskan melakukan perjalanan menempuh hutan dan pegunungan, sambil membawa peralatan berat untuk melakukan penebangan.

Menurut statistik, penebang kayu 20 kali lebih mungkin untuk meninggal pada saat bekerja dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Kecelakaan biasanya terjadi ketika penebang kayu kurang bisa memperkirakan arah tumbangnya pohon yang dia tebang, sehingga pohon itu tumbang dan menimpa rekan atau bahkan dirinya sendiri.

Tidak hati-hati pada saat menggunakan alat juga bisa menjadi ancaman nyawa yang tidak boleh dipandang enteng. Penghasilan seorang penebang kayu per tahun berkisar antara US$ 36 ribu hingga US$ 41 ribu atau setara Rp 486 juta hingga Rp 553 juta.

 

11. Nelayan

Jangan membayangkan pekerjaan nelayan yang hanya memancing di pinggiran pantai. Ini adalah nelayan yang mencari ikan hingga ke tengah laut.

Cuaca buruk yang tidak bisa diprediksi, alat navigasi rusak, kapal mogok, dek kapal yang licin, gelombang laut ganas, serangan mematikan dari binatang laut, dan kecelakaan dengan kapal lain menjadi ancaman keselamatan para nelayan.

Tidak mengherankan jika pekerjaan sebagai nelayan merupakan profesi dengan tingkat kematian tertinggi. Padahal, penghasilan nelayan tidak seberapa, karena per tahunnya hanya US$ 30 ribu atau setara Rp405 juta.

 

Sumber: Dream.co.id

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *