Difabel Dwi Aryani Menang Gugatan, Etihad Airways Divonis Membayar Rp 537 Juta

oleh

Berita Akurat Terpercaya, Berita Akurat – Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sebagian gugatan yang dilayangkan oleh Dwi Ariyani, seorang penyandang disabilitas yang dilarang terbang ke Jenewa oleh maskapai penerbangan Etihad Airways pada Senin 4 April 2016 lalu.

 

 

Dwi menggugat 3 pihak, yaitu Perusahaan Maskapai Etihad Airways, PT Jasa Angkasa Semesta dan Kementerian Perhubungan.

Hakim ketua Ferry Agustina Budi Utami memvonis bahwa perusahaan Maskapai Etihad Airwarys melawan hukum kepatutan dan melakukan diskriminasi terhadap Dwi.

“Mengadili dalam eksepsi menolak tergugat 1,2,4. Dalam pokok perkara mengabulkan untuk sebagian. Menyatakan tergugat 1 melawan hukum,” kata Ferry di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 4 Desember 2017.

Maskapai penerbangan Etihad dinilai melanggar Pasal 134 UU 1 tahun 2009 tentang pelayanan dalam penerbangan terhadap penumpang penyandang cacat.

Majelis hakim juga meminta agar pihak maskapai Etihad Airways meminta maaf melalui salah satu media cetak. Kemudian pihak Etihad juga harus membayar ganti rugi Rp 37 juta dan biaya inmaterial sebesar Rp 500 juta.

“Menghukum untuk membayar ganti rugi Rp 37 juta. Dan inmaterial 500 juta,” kata Ferry.

Majelis hakim menolak gugatan II yaitu PT Jasa Angkasa Semesta dinilai telah melaksanakan tugas dan memberikan fasilitas terhadap Dwi. Kemudian telah mengantarkan ke ruang tunggu sehingga tidak dikenakan hukuman.

“Bahwa penggugat kedua telah melaksanakan tugasnya dan memberikan fasilitasnya serta mengantar ruang tunggu, yaitu kursi nomor 15c. Berupa standar agreement bahwa mewajibkan menyediakan pelayanan. Dan penggugat ke II tidak punya kewenangan dalam hal melarang untuk tidak terbang,” kata Ferry.

Usai Ferry membacakan putusan, Dwi pun langsung menyambut dengan ucapan syukur. Dan para pendukung penyandang disabilitas pun ikut mengucap syukur.

Sementara itu, Kuasa hukum dari Etihad Airways, Gerald Saratoga Sarayar mengaku tidak ingin mengomentari terkait putusan tersebut. Dia mengatakan pihak Etihad yang bisa mengomentari terkait putusan tersebut.

“Untuk saat ini saya enggak bisa ngasih apa-apa. Enggak bisa ngasih ngomong apa-apa. Kita sebagai kuasa hukum enggak bisa apa-apa. Apapun nanti itu putusan nanti kita dari PT Etihad sendiri,” kata Gerald ditemui terpisah usai mendengarkan putusan.

Gerald juga tidak mau mengomentari terkait putusan yang dibacakan majelis Hakim. Dia mengaku keputusan harus ada dari kliennya yaitu PT Etihad.

“Oh kita belum bisa berbicara itu keputusan nanti. Belum ada apa-apa. Dan kita belum punya kuasa untuk berbicara,” ungkap Gerald.

 

Sumber: Merdeka.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *