Liga Arab Serukan Pengakuan Palestina Sebagai Negara Berdaulat

oleh -231 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Ahmed Aboul Gheit selaku Sekretaris Jenderal Liga Arab menyerukan negara-negara di dunia untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

 

Hal itu dia suarakan untuk menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke sana.

Dikutip dari VOA Indonesia, Senin 11 Desember 2017, Ahmed Aboul Gheit menyampaikan seruan itu pada Sabtu 9 Desember, saat awal pertemuan darurat antara para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Liga Arab di Kairo, Mesir.

Dia menambahkan, keputusan kontroversial Amerika Serikat itu sama dengan “legalisasi pendudukan” Israel atas Palestina.

Menurutnya, keputusan itu menimbulkan pernyataan mengenai peran Amerika Serikat sebagai juru runding perdamaian di Timur Tengah dan seluruh dunia.

Beberapa diplomat dari negara Liga Arab juga mengusulkan untuk mengajukan rancangan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB yang isinya mengecam pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh pihak Amerika Serikat.

Pertemuan negara anggota Liga Arab itu diadakan menyusul timbulnya berbagai protes terkait pengakuan sepihak Amerika Serikat itu selama 3 hari berturut-turut di berbagai daerah Timur Tengah, seperti di Tepi Barat, Jalur Gaza, hingga Masjid Al-Azhar Kairo.

Di tengah tensi tinggi usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Indonesia juga turut menegaskan posisinya di mata dunia.

Tidak tanggung-tanggung, penegasan itu disampaikan RI dalam perhelatan forum demokrasi internasional rutin, yakni Bali Democracy Forum ke-10 yang dilaksanakan di Banten pada 7-8 Desember 2017.

Perhelatan itu dihadiri oleh ratusan delegasi setingkat presiden, menteri, dan diplomat dari 96 negara, termasuk salah satunya perwakilan diplomatik Amerika Serikat di Indonesia.

Pada saat menyampaikan pidato pembuka BDF, Menlu Retno dengan tegas menyatakan, “Kami (Indonesia) mengecam pengakuan tersebut.”

Selain menyatakan secara lisan terkait situasi tersebut, Menlu Retno juga melakukan penegasan sikap secara simbolik, yakni dengan mengenakan syal bermotif bendera Palestina.

Syal itu pun ia pamerkan dihadapan para delegasi BDF.

Retno menjelaskan latar belakang di balik keputusannya untuk mengenakan syal yang berwarna putih dengan garis hitam tipis itu.

“Saya mengenakan dan menunjukkan syal ini untuk menunjukkan komitmen Indonesia, bahwa pemerintah dan masyarakatnya selalu bersama Palestina,” kata Retno.

Mantan Dubes RI untuk Belanda itu melanjutkan, “Syal ini dibuat oleh para janda yang hidup di Gaza, Palestina. Cerita di balik syal ini sangat menyentuh hati. Para janda ini para korban perang, dan korban macam-macam, ya (terkait situasi di Palestina).”

Retno menambahkan bahwa syal tersebut dibawa oleh salah satu orang Indonesia yang sudah hidup di Gaza beberapa tahun. Pria itu diketahui bernama Abdillah Onim, aktivis Indonesia untuk Palestina.

“Bapak Onim itu adalah mitra kita (Indonesia) untuk memimpin penyaluran bantuan kepada Palestina, yang juga menyasar kepada para janda di sana,” kata Retno.

 

Sumber: Liputan6

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *