Usai Diperiksa Oleh KPK, Setya Novanto: Sehat

oleh -244 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Selasa 19 Desember 2017 memeriksa Setya Novanto sebagai saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan E-KTP.

 

 

Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo yang merupakan Direktur Utama PT Quadra Solution.

Seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Setya Novanto enggan berkomentar banyak terkait dengan pemeriksaannya kali ini.

Ia hanya mengatakan soal kondisi kesehatannya. “Sehat”, katanya yang diperiksa sekitar 8 jam tersebut.

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan bahwa pemeriksaan Setya Novanto dilakukan untuk mendalami perannya dengan Anang Sugiana dalam proyek E-KTP itu.

“Hari ini diperiksa untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo. Didalami peran Setya Novanto terkait dengan Anang Sugiana Sudihardjo dalam proyek E-KTP,” kata Febri.

Sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menggelar sidang perdana pembacaan dakwaan perkara korupsi pengadaan E-KTP dengan terdakwa Setya Novanto pada Rabu 13 Desember 2017 walaupun sempat diskors 3 kali.

Pembacaan dakwaan akhirnya dilakukan pukul 17.10 WIB sedangkan jadwal awalnya pukul 09.00 WIB.

Setya Novanto didakwa mendapatkan keuntungan US$ 7,3 juta dan jam tangan Richard Mille senilai US$ 135 ribu dari proyek E-KTP.

Sidang lanjutan Setya Novanto akan digelar kembali Rabu 20 Desember 2017 dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

 

Nota Keberatan

Di tempat terpisah, Maqdir Ismail, kuasa hukum Setya Novanto menyatakan pihaknya masih menyusun eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tindak pidana korupsi E-KTP.

“Belum, diusahakan malam ini selesai,” kata Maqdir pada saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 19 Desember 2017.

Ia menyatakan, salah satu hal yang dipermasalahkan dalam eksepsi itu adalah terkait perbedaan nama-nama yang diuntungkan dalam proyek E-KTP dalam surat dakwaan Setya Novanto.

“Itu soal perbedaan. Nama-nama orang yang didakwa bersama-sama, ada perbedaan nama-nama orang yang disebut menerima yang diuntungkan dalam proyek itu,” ujar Maqdir.

Ia mempertanyakan soal adanya beberapa nama yang menghilang yang diduga sebagai pihak penerima proyek E-KTP itu dalam dakwaan Setya Novanto.

“Kenapa di dalam dakwaan perkaranya Irman disebut sejumlah nama sebagai penerima tetapi di perkara yang lain jadi hilang. Sementara mereka ini didakwa bersama-sama,” ucap Maqdir.

Adapun mereka yang dimaksud Maqdir itu adalah Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan Setya Novanto.

 

Sumber: Pikiran Rakyat

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *