Veto Amerika Serikat Gagalkan Resolusi DK PBB Soal Yerusalem

oleh -269 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Amerika Serikat memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menolak keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

 

 

Rancangan resolusi itu didukung seluruh anggota DK PBB, kecuali Amerika Serikat yang memiliki hak veto.

Veto yang dikeluarkan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley menunjukkan Washington bersikukuh memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Keputusan Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel juga mengabaikan sejumlah resolusi DK PBB, yang mengecam Israel soal Yerusalem.

“Hari ini demi tindakan sederhana untuk memutuskam dimana kami menempatkan kedutaan, Amerika Serikat terpaksa membela kedaulatan, sejarah akan merefleksikan apa yang kami lakukan dengan sangat bangga,” kata Haley setelah voting di DK PBB seperti dilaporkan CNN, Senin 18 Desember 2017.

“Hari ini demi mengakui kebenaran mendasar soal Ibu Kota Israel, kami dituduh mengganggu perdamaian. Sejarah akan mencatat bahwa kami menolak tuduhan berlebihan itu. Untuk alasan-alasan ini dan untuk kepentingan terbaik rakyat Israel dan Palestina, Amerika Serikat memveto resolusi ini,” kata Halley.

Para pemimpin Palestina mengecam keputusan Amerika Serikat, menyebutnya sebagai bukti bahwa Gedung Putih tidak dapat lagi berperan sebagai mediator proses perdamaian Israel-Palestina, karena tidak imparsial.

Juru bicara Otoritas Palestina Presiden Mahmoud Abbas mengatakan veto Amerika Serikat “bertolak belakang dengan resolusi komunitas internasional dan DK PBB, serta bersikap bias soal agresi dan penjajahan (Israel)”.

Nabil Abu Rudeineh mengatakan veto itu akan mengisolasi Amerika Serikat, menyebutnya sebagai provokasi terhadap komunitas internasional.

Para pejabat Palestina yang telah menduga Amerika Serikat bakal memveto resolusi DK PBB, telah mengubah fokus ke Majelis Umum PBB, di mana setiap anggota memiliki satu suara dan tidak satu negara pun, bahkan Amerika Serikat yang dapat memveto sebuah resolusi.

Meskipun resolusi Majelis Umum PBB tidak sekuat resolusi DK PBB, namun hal itu menunjukkan konsensus internasional melawan klaim sepihak Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember 2017 lalu.

 

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *