Biaya Penahanan 200 Pangeran Saudi di Hotel Ritz Carlton Mencapai Rp 719 Miliar

oleh -234 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Sudah 50 hari berlalu sejak pihak berwenang Arab Saudi menahan sejumlah pengusaha dan pangeran yang dilakukan sebagai wujud dari kampanye anti-korupsi yang dilakukan oleh Pangeran Muhammad bin Salman.

 

 

Berbeda dengan para tersangka korupsi di negara lain, pengusaha dan pangeran ini tidak ditahan di balik jeruji besi melainkan di Hotel Ritz-Carlton. Seluruh kamar Hotel mewah di Riyadh itu disewa untuk dijadikan ‘penjara’ bagi mereka.

Pada hari di mana Pangeran Muhammad menyerukan penahanan, pihak hotel langsung membatalkan pemesanan hotel tanpa peringatan dan meminta maaf kepada para tamu. Tidak hanya itu, para tamu yang sudah menginap pun langsung dievakuasi dari hotel. Oleh sebab itu, pihak berwenang berewajiban membayar lebih dari 492 pemesanan kamar, dengan tarif mencapai US$ 494 atau Rp 6,7 juta per malam sampai US$ 7.000 atau Rp 95 juta untuk kamar jenis Royal Suite.

Menurut situs pemesanan daring seperti Trivago, Booking, dan lain-lain, hotel ini dipesan selama sebulan hingga awal Desember. Namun, ketika The New Arab mencoba memesan kamar lewat situs ini, tertera bahwa kamar hotel baru tersedia pada 1 Maret 2018.

Dilansir dari laman Middle East Monitor, Rabu 20 Desember 2017, biaya yang dikeluarkan otoritas Arab Saudi adalah US$ 800 atau Rp 10,8 juta per kamar tiap harinya. Jika dikalikan 487 kamar, maka sewa perhari menjadi US$ 389.000 atau Rp 5,2 miliar. Jumlah itu masih ditambah dengan 5 kamar suite dengan biaya US$ 35.000 atau Rp 475,2 juta yang membuah jumlah dari pemesanan seluruh kamar hotel mencapai sekitar US$ 425.000 atau Rp 5,7 miliar.

Berdasarkan kalkulasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa biaya akomodasi dari 4 November sampai 1 Maret yang dikeluarkan otoritas Saudi bisa mencapai US$ 51 juta atau Rp 692,3 miliar. Jumlah itu belum termasuk biaya makan.

Jika ditambah biaya makan, maka otoritas Saudi harus mengeluarkan biaya US$ 20.000 atau Rp 271,5 juta per hari untuk 200 tahanan yang jika dikali empat bulan maka jumlahnya mencapai US$ 2,4 juta atau Rp 3,2 miliar. Dalam empat bulan, pemerintah harus mengeluarkan US$ 53 juta atau Rp 719,4 miliar.

Jumlah fantastis tersebut menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan publik. Banyak yang menilai metode tersebut tidak pantas diterapkan dalam upaya pemberantasan korupsi, sebab pada akhirnya pemerintah harus membuang-buang uang.

Perlu dicatat bahwa hotel ini adalah salah satu hotel terbaik di kota Riyadh. Letaknya yang strategis dan berada di kawasan elit, menjadikan hotel ini sebagai salah satu hunian sementara paling favorit.

 

Sumber: Merdeka.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *