KPK: Anak Setya Novanto Masih Mahasiswa Pada Saat Terlibat Proyek E-KTP

oleh -240 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kepemilikan saham keluarga Setya Novanto di PT Murakabi Sejahtera dan PT Mondialindo Graha Perdana.

 

 

PT Murakabi merupakan salah satu konsorsium peserta tender proyek pengadaan E-KTP tahun 2011 lalu.

Penyidik KPK memeriksa keluarga Setya Novanto, mulai dari istrinya Deisti Astriani Tagor, keponakannya Irvanto Hendra Pambudi hingga kedua anaknya, Rheza Herwindo dan Dwina Michaella.

Pada Jumat 22 Desember 2017, penyidik lembaga antirasuah meminta keterangan Rheza.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, Rheza diperiksa lantaran sempat memiliki saham di PT Mondialindo, yang merupakan holding dari PT Murakabi.

Menurut Priharsa, pada saat menguasai saham di perusahaan tersebut, Rheza masih berstatus mahasiswa. Rheza tercatat memiliki 30% saham PT Mondialindo pada periode 2008-2011.

“Rheza didalami kepemilikan saham di PT MGP. Yang bersangkutan kan statusnya sebagai mahasiswa, kemudian ditanya kepemilikan saham di perusahaan tersebut,” kata Priharsa di gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Desember 2017.

Rheza telah rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. Dia yang diperiksa penyidik KPK sekitar delapan jam itu keluar dari lobi markas antirasuah sekitar pukul 18.10 WIB.

Menurut pantauan, Rheza tiba ke KPK mengenakan kemeja putih dengan balutan jaket hitam. Dia terus berjalan sambil tertunduk dan tidak menanggapi satupun pertanyaan awak media.

Dia tidak acuh, meskipun rentetan pertanyaan wartawan ditunjukkan padanya. Rheza terus berjalan menerobos kerumunan pewarta untuk menuju mobilnya. Putra sulung Setya Novanto itu bisa lepas dari pertanyaan setelah masuk ke mobil bernomor polisi B 1144 ELS.

Rheza diperiksa bersamaan dengan agenda pemeriksaan sang ayah. Sama seperti anaknya, Setya Novanto juga diperiksa sebagai saksi untuk Anang. Pada pemeriksaan tadi, penyidik tidak mengonfrontasi Setya Novanto dengan Rheza.

“Tidak dikonfrontir, keduanya diperiksa secara terpisah,” tutur Prihasa.

Setya Novanto keluar lebih dulu ketimbang Rheza dari lembaga antirasuah, sekitar pukul 17.15 WIB. Sama halnya dengan sang anak, Setya Novanto todak menjawab pertanyaan wartawan. Dia hanya mengumbar senyum sembari masuk ke mobil tahanan.

Untuk pemeriksaan Setya Novanto, lanjut Priharsa, penyidik KPK mengonfirmasi sejumlah hal baru kepada mantan ketua umum Partai Golkar itu, dalam penyidikan kasus korupsi E-KTP.

“Jadi SN dimintai keterangan untuk dikonfirmasi apa yang diketahui berkaitan dengan informasi-informasi baru yang didapat penyidik,” tuturnya.

Kepemilikan saham keluarga Setya Novanto di PT Murakabi dan PT Mondialindo terungkap dalam persidangan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Fakta persidangan tersebut kemudian dituangkan dalam surat dakwaan Setya Novanto.

Setya Novanto disebut sebagai pengendali PT Murakabi lewat Irvan, Rheza dan Deisti. Setya Novanto melalui Irvan membeli saham PT Murakabi milik Vidi Gunawan yang tidak lain adalah adik kandung Andi Narogong.

Sementara, Deisti dan Rheza membeli saham PT Mondialindo yang merupakan holding PT Murakabi. Deisti memiliki 50%, sementara Rheza memegang 30% saham perusahaan itu.

Sedangkan Irvan menjadi Direktur PT Murakabi, bersama Dwina duduk sebagai komisaris.

 

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *