Korea Utara Tidak Berhenti Kembangkan Nuklir Pada 2018

oleh -213 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Korea Utara mengatakan bahwa negaranya akan tetap berkomitmen untuk mengembangkan nuklir pada tahun 2018. Hal tersebut disampaikan oleh sebuah laporan yang dikeluarkan oleh kantor berita yang dikelola Korut, KCNA, pada 30 Desember 2017.

 

 

“Jangan mengharapkan ada perubahan dalam kebijakan tersebut,” tulis laporan itu seperti dikutip dari CNN, Sabtu 30 Desember 2017.

“DPRK (Korea Utara), sebagai negara bersenjata nuklir yang bertanggung jawab, akan membawa tren sejarah ke jalan satu-satunya menuju kemerdekaan dan keadailan, yang mengancam planet ini.”

“Korea Utara akan terus memperkuat kemampuan untuk melakukan pembelaan diri dari serangan awal dengan kekuatan nuklir sebagai poros utama selama Amerika Serikat dan pasukannya bersikeras melakukan ancaman nuklir,” imbuh laporan dari kantor berita Korea Utara tersebut.

Laporan yang berjudul “Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Berkuasa di Atas Kemedekaan dan Keadilan” itu juga dilengkapi dengan daftar pencapaian senjata nuklir Korea Utara sepanjang 2017.

Sepanjang tahun 2017, Korea Utara telah melakukan serangakain uji coba rudal balistik, meski tindakan itu terus menerus mendapat kecaman dan direpons dengan sanksi.

Uji coba paling provokatif sepanjang 2017 adalah saat Korea Utara meluncurkan rudal balistik antarbenua pada 29 November.

Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu mengaku berhasil menguji coba misil yang diklaim mampu hulu ledak raksasa dan menjangkau daratan Amerika Serikat.

Rudal tersebut terbang lebih tinggi dan lebih jauh di banding uji coba sebelumnya, dan terjadi dua bulan setelah negara di utara Semenanjung Korea itu vakum uji coba selama dua bulan.

Dewan Keamanan PBB kembali menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara, sebagai respons atas uji coba rudal balistik teranyarnya. Resolusi yang disusun Amerika Serikat itu mencakup langkah-langkah untuk mengurangi impor bahan bakar Korea Utara hingga 90%.

Sanksi terbaru yang dikeluarkan oleh DK PBB berdasarkan resolusi Amerika Serikat di antaranya adalah:

  • Pengiriman produk bahan bakar akan dibatasi 500.000 barel per tahun, dan minyak mentah 4 juta barel per tahun,
  • Seluruh warga Korea Utara yang bekerja di luar negeri harus kembali ke tempat asalnya dalam waktu 24 bulan setelah sanksi dikeluarkan, di mana hal itu akan membatasi sumber vital mata uang asing,
  • Larangan ekspor barang-barang Korea Utara, seperti mesin dan peralatan listrik.

 

Sumber: Liputan6

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *