Putusan Sela: Eksepsi Setya Novanto Ditolak

oleh -215 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menolak nota keberatan atau eksepsi Setya Novanto atas surat dakwaan KPK. Hakim memutuskan sidang perkara dugaan korupsi E-KTP dengan terdakwa Setya Novanto akan dilanjutkan pada pemeriksaan saksi.

 

“Mengadili, menyatakan eksepsi terdakwa Setya Novanto tidak dapat diterima. Pemeriksaan perkara dilanjutkan,” kata Ketua majelis hakim Yanto membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 4 Januari 2018.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai bahwa keberatan dalam eksepsi Setya Novanto sudah masuk dalam materi pokok perkara yang harus dibuktikan dalam pemeriksaan saksi. Seperti misalnya dugaan kerugian negara yang menurut pengacara Setya Novanto tidak nyata dan pasti. Sebab pengacara menilai bahwa kerugian negara tidak mempertimbangkan adanya penyebutan uang sebesar US$ 7,3 juta kepada Setya Novanto.

“Karena sesungguhnya jumlah kerugian negara sudah memasuki pokok perkara,” kata hakim.

Majelis hakim juga menolak poin keberatan pengacara Setya Novanto yang menilai surat dakwaan KPK berbeda dengan dakwaan terdakwa lainnya, meskipun dalam kasus yang sama. Hakim berpendapat bahwa surat dakwaan Setya Novanto memang seharusnya difokuskan kepada perbuatan yang bersangkutan.

Selain itu, keberatan pengacara Setya Novanto yang mempermasalahkan soal putusan praperadilan jilid pertama yang memutuskan Setya Novanto tidak lagi berstatus tersangka dinilai hakim tidak tepat. Hakim menilai bahwa hal tersebut bukan materi eksepsi sebagaimana diatur dalam pasal 156 KUHAP.

“Penetapan tersangka sepanjang ketentuan yang berlaku, maka keberatan penasihat hukum sudah tidak sah dan harus dikesampingkan,” kata hakim.

Hakim juga menyatakan bahwa surat dakwaan sudah meneliti surat dakwaan Setya Novanto sebelum persidangan awal digelar. Hakim menyatakan bahwa surat dakwaan yang disusun KPK itu sudah memenuhi syarat materil dan formil sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Surat dakwaan penuntut umum terhadap Setya Novanto dinilai sudah diuraikan secara cermat, jelas, dan lengkap. “Majelis hakim berpendapat eksepsi atau keberatan penasihat hukum terdakwa tidak cukup beralasan hukum, oleh karena itu keberatan atau eksepsi tersebut harus dinyatakan ditolak untuk seluruhnya,” kata hakim.

Karena surat dakwaan jaksa penuntut umum dinilai sudah memenuhi persyaratan, hakim berpendapat surat dakwaan harus dinyatakan sah menurut hukum. Hakim juga memerintahkan agar sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

“seluruh keberatan tim penasihat hukum harus dinyatakan tidak dapat diterima,” ujar hakim.

Setya Novanto didakwa melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan proyek E-KTP Tahun Anggaran 2011-2013 yang menimbulkan kerugian keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun itu. Ia juga didakwa menerima uang US$ 7,3 juta dan jam tangan Richard Mille seharga US$ 135 ribu.

 

Sumber: kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *