Sandiaga Uno Ogah Tanggapi Laporan Pemalsuan Dokumen PT Japirex

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menolak menanggapi kasus hukum yang menyeret namanya. Kali ini, Sandiaga Uno kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pemalsuan keterangan dalam akta otentik.

 

 

“Saya enggak mau menanggapi tentang kasus hukum. Dari dulu saya enggak menanggapi,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 10 Januari 2017.

Sandiaga menyebut, laporan terhadap dirinya seolah menjadi siklus pada saat tengah memulai tahapan baru.

“Ini seakan menjadi siklus. Begitu saya baru memulai sesuatu yang, tapi ya sudah tidak usah diteruskan,” ujar dia.

Fransiska Kumalawati melaporkan Sandiaga Uno terkait pemalsuan sertifikat nomor 1020 milik PT Japirex. Fransiska mengungkapkan Sandiaga bersama Andreas Tjahyadi pada 2012 yang merupakan pemilik saham di PT Japirex telah menjual sebidang tanah dengan luas 3.000 meter persegi yang terletak di Jalan Raya Curug, Tangerang, Banten.

Padahal, kata Fransiska, tidak pernah ada perjanjian antara pihaknya dengan Sandiaga dan Andreas mengenai penjualan tanah tersebut. Dia menilai Sandiaga sudah melanggar aturan.

“Surat pelepasan hak isi nya jelas, bahwa tanah tersebut tetap beratasnamakan pihak pertama. Jadi hanya untuk dipergunakan bukan untuk dibalik nama maupun diperjualbelikan. Mana RUPS PT untuk pembelian asset? Kan juga tidak ada,” jelas Fransiska.

Laporan Fransika tertuang dalam laporan polisi nomor LP/109/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, Senin, 8 Januari. Sebelumnya Djoni Hidayat melalui kuasa Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan kasus dugaan penggelapan tanah tersebut ke Polda Metro Jaya sejak Maret 2017. Sandiaga dengan rekan bisnisnya Andreas Tjahyadi pernah menjadi direksi di PT Japirex, yang kemudian melakukan penjualan properti berupa sebidang tanah.

Cerita ini bermula ketika manajemen Japirex, Sandiaga dan Andreas berencana menjual aset Japirex seluas sekitar 6.000 meter persegi di jalan Curug Raya, Tangerang. Di belakang tanah tersebut terdapat 3.000 meter persegi milik Djoni Hidayat. Berdasarkan keterangan Djoni, tanah 3.000 meter tersebut merupakan tanah titipan dari almarhumah Happy Soeryadjaya. Di mana, almarhumah merupakan istri pertama Edward Soeryadjaya.

Dalam daftar perusahaan PT Japirex, disebutkan bahwa hanya ada dua orang, yaitu Sandiaga dan Andreas sebagai pemilik perusahaan. Berkas perusahaan tersebut adalah akta perusahaan ketika PT Japirex yang dilikuidasi pada 2009. Di mana ketua tim likuidasi adalah Andreas Tjahyadi.

Sebelumnya Fransiska juga melaporkan Sandiaga dan Andreas atas kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang ke Polda Metro Jaya. Laporan polisi teregistrasi dengan nomor: LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada 8 Maret 2017.

Akibat tanahnya digelapkan oleh pemegang saham PT Japirex, pelapor merasa sangat dirugikan. Pelapor juga mengaku tidak mempunyai motif apa pun dalam melaporkan masalah ini.

“Saya hanya ingin menuntut keadilan atas hak dari almarhumah,” kata Fransiska.

 

Sumber: MetroNews.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *