Komplotan Grab “Tuyul” Ditangkap di Makassar

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Polda Sulawesi Selatan di Makassar meringkus tujuh orang sopir taksi berbasis aplikasi daring. Mereka ditangkap di sebuah rumah kos di jalan Toddopuli, Panakukkang, Makassar, pada Sabtu 20 Januari 2018.

 

 

Polda Sulsel pun memamerkan tujuh orang tersebut di depan pers di Makassar pada Senin 11 Januari 2018. Dilaporkan Kompas.com, mereka adalah IGA (31), AQM (25), RJ (25), HR (21), KFP (24), TR (24), dan TB (25) dan kini sudah menjadi tersangka penipuan serta telah ditahan.

Mereka yang masih diperiksa para penyidik dari Subdit II Fiskal, Moneter, dan Devisa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel ini tersangkut kasus illegal access terhadap sistem elektronik aplikasi transportasi Grab.

Polisi pun menyita lima mobil berbagai merek yang digunakan komplotan ini dalam beroperasi. Polisi juga menyita 50 ponsel, tujuh kartu ATM, modem, dan dokumen illegal access.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani menceritakan para pelaku menggunakan aplikasi yang disebut “tuyul”. Dengan aplikasi itu, para tersangka seolah-olah sedang mengantar penumpang padahal mereka semua tetap berada di suatu tempat.

Aplikasi itu memanipulasi GPS dengan cara mock location pada ponsel sehingga pergerakan kendaraan bisa diatur sesuai kehendak mereka.

Masing-masing pelaku memiliki lebih dari satu akun pengemudi Grab dengan identitas berbeda. Akun-akun beserta identitasnya diperoleh dengan membeli secara daring. Lantas mereka melakukan transaksi fiktif.

“Masing-masing akun ditargetkan memanipulasi 15 orderan atau trip per hari sehingga mendapatkan bonus atau insentif per harinya Rp 240.000 dari aplikasi Grab,” kata Dicky.

Penipuan terhadap Grab ini adalah insiden pertama di Indonesia. Itu sebabnya Polda Sulsel juga mengundang Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadribrata.

Rizki pun mengapresiasi langkah polda Sulsel sekaligus menegaskan komitmen Grab untuk memberangus praktik “tuyul” dalam operasi mereka, serta membawa pelaku penipuannya ke jalur hukum.

“Ini bisa membawa efek yang baik untuk seluruh Indonesia nanti karena layanan Grab sudah diandalkan oleh masyarakat sehingga kenyamananya menjadi hal prioritas yang penting bagi kami,” tukas Ridzki.

 

Merugikan sopir lain dan konsumen

Menurut pengakuan para tersangka, aksi ini dimulai pada awal 2018. Belum mencapai satu bulan, mereka mengantongi keuntungan sekitar Rp50 juta.

IGA, pelaku paling tua, mengatakan dirinya adalah pengemudi Grab. Namun ia kerap gagal mencapai target (15 trip) sehingga gagal meraih bonus.

IGA dan kawan-kawannya mengaku sering bergadang di warung kopi demi mencari bonus. Namun mereka juga kerap menjadi korban pesanan fiktif.

Pendapatan yang tidak kunjung sesuai harapan dibarengi dengan impitan kesulitan ekonomi dan cicilan mobil yang harus dibayar, mereka tergoda untuk mencoba “tuyul” ini.

“Akhirnya kita kejar setoran untuk cicilan mobil hingga kami mulai mencobanya sejak awal tahun 2018,” ujarnya.

Atas perbuatan tersebut, komplotan ini terancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp 12 miliar sesuai pasal 30 juncto pasal 46 subsider pasal 35 juncto pasal 51 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi dan Elektronik subsider pasal 378 KUHP.

Seorang sopir Grab lain yang diwawancarai membenarkan bahwa para koleganya kerap kesulitan mencapai target 15 trip. Satu konsumen tidak kunjung datang meskipun waktu tersisa untuk memenuhi target masih dua jam.

“…tidak juga datang orderan selama dua jam itu sementara kami sudah mangkal di tempat ramai,” ujar salah seorang sopir Grab yang enggan disebut namanya.

Sementara Ramli Ahmad, seorang sopir Grab lain, mengaku dirugikan karena hanya mendapat penumpang dengan tujuan lebih jauh. Menurutnya para sopir dengan aplikasi “tuyul” sering minta pesanan dibatalkan apabila tujuan cukup jauh.

Sedangkan Riska, seorang pengguna layanan Grab, mengaku kesal karena sopir Grab sering minta layanan dibatalkan. “Saya mau ke bandara dua kali sopirnya minta di-cancel. Alasan makan atau macet,” ungkapnya.

 

Sumber: Beritagar

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *