Kisah Miris Dunia Pendidikan, Anak Didik Memukul Guru Hingga Tewas

oleh -254 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Kisah miris dunia pendidikan datang dari Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Betapa tidak, Ahmad Budi Cahyono, guru honorer SMA Negeri 1 Torjun, Desa Jrengik tewas usai dihantam bogem mentah oleh anak didiknya sendiri.

 

 

Pelaku penganiayaan tersebut adalah HL, siswa kelas IX. Ia kesal dan marah. Ia tidak terima ketika pipinya dicoret oleh korban dengan menggunakan cat lukis. Padahal, saat itu HL sendiri sedang bersenda gurau dengan siswa lainnya dengan cara yang sama.

Karena membuat keributan, praktis HL langsung ditegur oleh korban.

“Korban memberikan tindakan, mencoret pipi HL dengan cat lukis. Tapi, HL tidak terima, kemudian memukuli korban,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, Jumat 2 Februari 2018.

Aksi pumukulan itu dilerai oleh siswa lainnya yang ada di dalam kelas. Di sisi lain, siswa juga ada yang melaporkan guru. Akhirnya, korban dan HL dibawa ke ruang guru lalu menjelaskan duduk perkaranya kepada Kepala Sekolah. Mediasi pun dilakukan.

Ketika itu, kepala sekolah mengaku tidak melihat luka di tubuh dan wajah korban.

Nahas, dendam sudah menjalar dalam diri HL. Upaya mediasi itu tidak menghilangkan kekesalannya kepada korban.

Langsung saja, pada saat jam pulang sekolah, HL menghadang korban. Di situlah, HL memukuli korban hingga menyebabkan pembuluh darah pecah.

Sesampainya di rumah, korban langsung pingsan, sehingga dirujuk ke RS Dr Soetomo di Surabaya. Sayangnya, nyawa sang guru tidak terselamatkan.

“Dari keterangan dokter yang menangani, korban didiagnosa mengalami MBA atau mati batang otak dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi,” ujar Barung.

Tidak berselang peristiwa tersebut, HL pun dibekuk, Kamis 1 February 2018 tengah malam.

“Penangkapan dilakukan di rumahnya di Dusun Brekas, Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Sampang, sekitar pukul 24.00 WIB”. ujar Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, Jumat 2 February 2018 pagi.

Teman-teman sekelas HL pun menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh bersangkutan kepada guru Budi tersebut. Mereka menilai bahwa tindakan guru tersebut wajar dilakukan.

Hal senada dikatakan Bupati Sampang Fadhilah Budiono. Ia menyayangkan tragedi yang menimpa dunia pendidikan di SMA Negeri I Torjun hingga menyebabkan seorang guru di lembaga pendidikan itu meninggal dunia.

“Sangat disayangkan dan tidak seharusnya hal itu terjadi di dunia pendidikan kita,” ujar Fadhilah di Sampang.

Bupati meminta agar aparat kepolisian segera bertindak cepat mengatasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Menuru Fadhilah, kasus pemukulan yang telah menodai citra pendidikan itu, harus ditangani secara profesional, termasuk mengantisipasi berbagai kemungkinan pasca terjadinya kasus tersebut.

“Saya juga telah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Sampang, agar memperhatikan kasus ini,” tandasnya.

 

Sumber: Merdeka.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *