Mengingat Janji Kampanye Anies Baswedan Atasi Banjir Jakarta

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan diri akan datangnya kiriman air dari Bogor. Persiapan tersebut dilakukan usai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan informasi akan adanya peningkatan volume air di Sungai Ciliwung dari Wali Kota Bogor, Bima Arya.

 

 

Pemprov DKI Jakarta sudah membuka semua pintu air dan semua pompa air sudah disiagakan. 450 pompa air sudah disiagakan di titik rawan banjir, dan saat ini terdapat 20 pompa mobile yang siap bergerak kapan saja.

Dalam penanganan banjir Jakarta, Anies sempat berencana membuat sumur resapan di perumahan warga. Hal tersebut merupakan salah satu solusi banjir dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pernyataan tersebut disampaikanya pada saat kampanye di Pesing Garden, Kelurahan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa, 24 Januari 2017.

“Ya jadi, secara umum pengelolaan air di Jakarta ini kita harus memperbanyak vertical drainase,” ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengungkapkan, sumur resapan dibuat untuk memasukkan air hujan ke tanah. Menurutnya, pada saat ini masih sedikit ada usaha untuk membuat sumur resapan.

“Di mana air hujan itu semaksimal mungkin dimasukkan ke dalam tanah. Dan ini membutuhkan kerja yang besar, karena saat ini masuh minim sekali usaha untuk memasukkan air ke dalam tanah,” jelasnya.

Kala itu, Anies mengkritik upaya penanganan banjir yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama. Sebab, pada masa kepemimpinan Basuki atau akrab disapa Ahok itu, penanganan banjir dilakukan dengan mengalirkan air hujan ke laut. Sedangkan, dia menilai yang dibutuhkan pada saat ini adalah memasukkan air ke tanah.

“Ya dilakukan pada saat ini, itu adalah semaksimal mungkin mengalirkan air ke tempat lain. Itu kemana, ke laut, lalu dibuatlah saluran-saluran untuk mempercepat agar air sampai ke laut secepat mungkin,” tegasnya.

“Sebenarnya yang dibutuhkan justru air masuk ke dalam tanah. Karena itu, yang akan kita lakukan memperbanyak sumur-sumur resapan. Dan sumur-sumur resapan ini adalah sumur resapan yang besar yang serius,” tambahnya.

Sedangkan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengingatkan Anies Baswedan mengenai pentingnya normalisasi kali. Prasetio mengatakan, normalisasi mulai dari Kali Ciliwung, Pesanggarahan, Angke dan Sunter harus terus dilakukan. Mengingat kondisi fisik kali di ibu kota sudah berkurang dengan adanya sampah dan sedimen lumpur serta bangunan di pinggir kali.

“Ya kesimpulannya, masyarakat di bantaran kali itu harus digeser, harus dipindahkan. Karena fungsi sungkai dengan lebar yang semestinya harus optimal, kan sekarang mencuit. Air itu tidak bisa dilawan. Kalau api disiram api, bisa padam, nah air mau dilawan pakai apa,” katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 6 Februari 2018.

Dia mengungkapkan, sempat turun ke lokasi banjir di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Senin 5 Februari 2018. Melihat kondisi Jakarta banjir, Prasetio menilai, kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan normalisasi Kali Ciliwung harus diteruskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Masa setiap tahun ada banjir kiriman. Maka Ibu Kota setiap tahun selalu mendapat masalah yang sama. Jadi, saya sebagai wakil rakyat di sini, mendorong agar normalisasi dilakukan. Kebijakan yang sudah baik dulu, dilanjutkan kembali,” tegasnya.

 

Sumber: Merdeka.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *