Inilah 5 Faktor Penyebab Baterai Ponsel Bisa Terbakar dan Meledak

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Pada Minggu, 25 Februari 2018 lalu, sebuah power bank yang diletakkan dalam kabin pesawat maskapai China Southern Airlines terbakar di Bandara Guangzhou, China.

 

 

Beruntung, tidak ada kerusakan maupun korban dalam insiden tersebut. Api segera padam setelah awak kabin menyiramnya dengan air. Meskipun begitu, penerbangan sempat tertunda selama 3 jam.

Mengutip dari Fox News, pada saat dilakukan penyelidikan kepada penumpang pemilik power bank itu, ditemukan bukti bahwa power bank itu menggunakan baterai Lithium-ion atau Li-ion.

Sebelumnya pada tahun 2016, perusahaan teknologi asal Korea Selatan Samsung menarik sebanyak 2,5 juta ponsel Galaxy Note 7 setelah ponsel itu mengalami masalah pada baterainya yang mudah terbakar dan meledak.

Samsung telah mengungkapkan penyebab meledaknya Galaxy Note 7 memang diakibatkan masalah pada komponen baterai. Samsung menegaskan akan menjalankan prosedur keamanan yang lebih ketat untuk baterai ponsel-ponselnya.

Padahal, kehadiran baterai Li-ion mulanya diciptakan agar menjadi solusi bagi para pengguna smartphone yang tidak ingin daya baterai ponselnya cepat habis atau lama pada saat melakukan pengisian daya baterai. Kini, baterai Li-ion seakan menjadi bom waktu yang tiba-tiba bisa meledak.

Lantas, apa saja faktor penyebab baterai Li-ion meledak? Berikut ini dirangkum 5 faktor penyebab baterai Li-ion mudah terbakar.

1. Cacat Produksi

Setelah terjadi beberapa ledakan yang diakibatkan oleh baterai Li-ion, muncul pertimbangan mengenai cara pemasangan baterai yang tidak sesuai. Tidak cukupnya ruang antara kantung pelindung baterai dengan elektroda di dalamnya, dapat menimbulkan tekanan dan membuat elektroda tertekuk di beberapa bagian baterai sehingga terjadi arus pendek.

Namun, bila digantikan dengan perangkat yang lebih aman dari perusahaan lain, bukan berarti masalah selesai. Perangkat lainnya memiliki permasalahan yang berbeda pula.

Banyak perangkat yang tidak terisolasi dengan baik, sementara perangkat lain memiliki tepi bergerigi di dalamnya sehingga dapat merusak separator penting. Hal tersebut juga dapat menyebabkan arus pendek.

 

2. Desain Cacat

Sebagian besar gadget modern dirancang dengan bentuk ramping, dan seringan mungkin. Padahal. hal ini dapat mendatangkan malapetakan pada baterai yang sudah dirancang dengan baik, terutama sel baterai yang berkapasitas tinggi namun dikemas ke dalam desain yang kecil.

Tekanan dari perangkat keras yang mengelilingi baterai dapat menyebabkan kerusakan pada elektroda atau pemisah sehingga menyebabkan hubungan arus pendek.

Terlebih, ventilasi yang tidak memadai, membuat elektrolit mudah terbakar dan baterai menjadi panas. Apabila baterai terlalu panas, reaksi kimia dapat lepas kembali dan berakhir dengan ledakan atau terbakar.

3. Kerusakan oleh Pengguna

Bahkan gadget yang telah didesain dengan baik sekalipun apabila dijatuhkan dan digunakan terus menerus dalam jangka panjang bisa merusak baterai.

Cara terbaik untuk mengetahui kondisi bateraimu adalah dengan melihat fisik baterai, apakah menggembung atau tidak. Jika ya, maka baterai harus segera diganti karena pembengkakan yang terjadi menciptakan tekanan tersendiri pada tempat baterai.

Sayangkan, kebanyakan ponsel modern memiliki jenis baterai yang disegel apabila membongkarnya, maka garansi pada baterai akan hilang. Nah, apabila ponsel anda terasa aneh pada saat disentuh, sebaiknya berhati-hati dan bawa ke tempat service center untuk diperiksa.

 

4. Masalah dengan Charger

Mulai sekarang, pikirkan berkali-kali bila ingin membeli kabel charger ponsel dengan harga murah, karena kabel charger tersebut bisa jadi palsu dan juga tidak sesuai dengan prosedur keamanan serta tidak memiliki fitur-fitur penting dalam kabel charger yang asli. Bahayanya, kabel tersebut bisa menyebabkan sengatan listrik dan meledak.

 

5. Tekanan Industri dan Persaingan

Bila sebuah perusahaan bisa menghemat beberapa sen dari keuntungan penjualan setiap baterai, bisa dibayangkan berapa juta atau miliar dollar AS keuntungan yang didapat. Akibatnya, banyak produsen baterai Li-ion yang menggunakan jalan pintas dengan bahan baku lebih murah.

Bahan baku yang tidak baik membuat baterai rusak. Hal-hal seperti inilah jadilah penyebab kebakaran. Harga baterai yang mahal dan kepopuleran baterai Li-ion menyebabkan banyak produk tiruan yang dijual dengan harga murah.

Penghematan dengan mengorbankan keamanan adalah kendala utama untuk membuat baterai berkualitas.

 

Sumber: kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *