Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Pengakuan Dokter Bimanesh Masih Separuh Hati

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Terdakwa kasus upaya merintangi penyidikan kasus Setya Novanto, Dokter Bimanesh Sutarjo, resmi mengajukan status sebagai ‘justice collaborator’ atau saksi pelaku yang bekerja sama.

 

 

Ini membuka peluang bagi dokter spesialis penyakit dalam tersebut untuk mendapatkan keringanan hukuman, dengan catatan kalau status JC tersebut dikabulkan oleh majelis hakim.

Sesuai dengan aturan di dalam pasal 21 UU nomor 31 tahun 1999, tuntutan maksimal bagi pihak yang terbukti menghalangi penyidikan suatu kasus mencapai 12 tahun di dalam bui.

Apakah Bimanesh siap mengakui perbuatannya dan membongkar keterlibatan pihak lain yang lebih besar dalam kasus tersebut?

 

1. Mengajukan Permohonan Justice Collaborator pada akhir Februari lalu

Informasi soal pengajuan JC Bimanesh disampaikan oleh juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah. Menurut Febri, JC diajukan oleh Bimanesh sejak akhir Februari lalu.

Tetapi, pengajuan JC bisa aja diterima atau ditolak. Sebab, itu semua tergantung kepada sikap kooperatif Bimanesh sendiri.

“Jadi, syarat JC itu harus diingatkan kembali pada proses persidangan. Tapi, itu kalau memang ada niat sepenuhnya untuk mengajukan JC. Nanti, kita lihat sejauh mana jaksa mempertimbangkan apakah JC itu patut dikabulkan,” ujar Febri di gedung KPK pada Kamis 8 Maret 2018 malam.

 

Baca Juga: Cara Jitu Mendapatkan Penghasilan Tambahan Hingga Rp 20 Juta

2. Pengakuan Bimanesh yang masih separuh hati

Kuasa hukum Bimanesh Sutarjo, Wawan Adnan menyebut tidak semua tuduhan di dalam surat dakwaan itu sesuai dengan fakta. Banyak pula keterangan di dalam surat dakwaan yang akan mereka bantah dalam persidangan selanjutnya. Namun, hal tersebut tidak mereka masukkan ke dalam nota keberatan.

Menurut Wawan, kliennya tidak pernah sedikitpun berniat untuk menghalangi proses penyidikan Setya Novanto.

“Tuduhannya kan telah melakukan rekayasa. Yang akan kami akui itu perbuatan dan bukan tuduhan. Misalnya, ada kesalahan prosedur, kalau dia menerima pasien di lantai tiga seharusnya melihat dulu apakah ada surat pengantarnya,” kata Wawan yang ditemui usai persidangan pada sore tadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam beberapa perbuatan, Bimanesh justru menimpakan kesalahan kepada pihak lain, salah satunya dr. Alla yang menjabat sebagai Plt Manager Pelayanan Medik. Wawan menyebut Alla lah yang justru memesan kamar VIP Nomor 323.

Kapasitas Bimanesh sebagai dokter tamu di RS Medika Permata Hijau diklaim Wawan tidak punya kekuatan untuk menolak kalau diminta oleh rumah sakit.

Hal lain yang tidak diakui oleh dokter bergelar doktor di bidang biologi molekular itu adalah menulis surat pengantar dari IGD ke kamar perawatan. Bahkan, ia meminta seorang perawatan bernama Indri Astuti agar membuang surat pengantar tersebut ke tong sampah.

Padahal, syarat untuk memperoleh JC di antaranya harus mengakui lebih dulu perbuatannya dan membongkar keterlibatan pihak lainnya.

 

3. Bantah ditekan pihak lain

Sempat muncul dugaan bahwa Bimanesh mau bekerja sama dengan Fredrich Yunadi dan merekayasa rekam medis Setya Novanto, karena ia ditekan oleh pihak lain. Namun, hal tersebut dibantah oleh Wawan. Ia menyebut kliennya hanya menjalankan tugas dan profesinya sebagai dokter untuk memeriksa pasiennya yang mengalami sakit hipertensi berat.

“Gak begitu. Ia tidak juga menjalankan perintah atasan,” katanya.

 

4. Meminta tidak disidang di hari yang sama dengan Fredrich Yunadi

Wawan mengonfirmasi kliennya meminta agar hari persidangan tidak bersamaan dengan sidang Fredrich Yunadi. Lagi-lagi, ia membantah hal tersebut dilakukan karena ada tekanan.

“Tapi, menurut kami persidangan kami lebih sederhana. Saksinya paling sedikit, 5 atau6 orang. Bahkan, dokter Bimanesh nanti akan bersaksi untuk Pak Fredrich, kan dianggap bersama-sama (ikut merekayasa).

Akankah status JC Bimanesh Sutarjo dikabulkan? Hal itu perlu ditunggu lebih lanjut. Sidang Bimanesh selanjutnya dengan agenda pemeriksaan saksi akan giler pada Jumat 23 Maret 2018.

Sumber: IDN Times

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *