Cara Valentino Rossi Membungkam Orang-orang yang Menyebutnya Sudah Tua

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Tiga hari jelang gelaran perdana MotoGP 2018, Valentino Rossi menghebohkan jagat balapan motor premier ini dengan melakukan perpanjangan kontrak bersama Yamaha untuk dua tahun ke depan, atau tepatnya hingga 2020.

 

 

Perpanjang masa bakti ini, diakui Rossi membuat publik bertanya; apakah dia tidak ‘terlalu tua’ untuk bisa bersaing dengan pembalap lain yang lebih muda dan berebut posisi terdepan di tiap balapan?

Hal ini hampir menjadi kenyataan ketika The Doctor hanya memulai balapan dari posisi kedelapan saat Grand Prix (GP) pertama di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu 18 Maret 2018 malam WIB. Akan tetapi, Rossi bisa membungkam segala anggapan minor tentangnya dengan mengakhiri balapan di posisi ketiga, di belakang Andrea Dovizioso dan Marc Marquez.

Yang lebih mengesankan, ia dengan usia 39 tahun, bisa langsung merangsek ke posisi 3 besar pada putaran awal, bahkan sempat berada di posisi kedua usai menyalip Marquez di putaran kelima. Meskipun pada akhirnya hanya bisa meraih podium ketiga, Valentino Rossi menunjukkan bahwa usia tidak menghalanginya untuk bersaing.

“Ketika saya menandatangani kontrak baru, ada yang berkata saya sudah terlalu tua. Tetapi hal yang paling pentung adalah apa yang terjadi di lintasan. Saya percaya saya masih bisa berpacu dengan cepat,” kata Valentino Rossi dilansir Autosport.

Baca Juga: Cara Jitu Mendapatkan Penghasilan Tambahan Hingga Rp 20 Juta

Valentino Rossi memang berhasil menunjukkan bahwa kemampuannya masih ada di seri pertama ini. Tetapi, pemilik 7 gelar MotoGP ini tidak menampik dengan usianya yang tidak lagi muda, ada banyak hal yang harus ia lakukan terutama soal melatih kondisi fisiknya.

“Masalah terbesar ketika anda bertambah tua adalah masalah pada kondisi fisik. Tetapi, saya tahu bahkan sejak 10 tahun yang lalu, jika saya berlatih keras, saya masih bisa cepat. Saya merasakan banyak hal ketika mengendarai motor dan kebanyakan adalah hal yang positif. Jadi, saya memadukan itu semua untuk terus berada di depan,” paparnya.

Gelaran MotoGP 2018 sendiri baru berjalan satu seri dan masih ada 18 seri tersisa yang kudu dijalani Rossi untuk membuktikan perpanjangan kontraknya di usia saat ini bukanlah perkara besar. Rossi juga meyakini, Yamaha telah melakukan perbaikan positif di awal musim setelah melewati banyak masalah di akhir musim 2017.

Yamaha dan Valentino Rossi memang harus saling mendukung. Beberapa hal yang harus menjadi perhatian adalah tidak melakukan kesalahan seperti yang mereka lakukan pada GP Jerez dan GP Catalunya di musim 2017 lalu, di mana Rossi hanya berada di posisi ke-10 di Jerez dan kedelapan di Catalunya.

“Kami merindukan persaingan untuk meraih gelar juara dan ini adalah langkah awal yang bagus untuk menuju ke sana. Tahun lalu, Honda dan Ducati memiliki masalah, tapi di pertengahan musim 2017 mereka menguat. Jadi, saya rasa kami harus terus melangkah maju,” ujar Rossi.

“Target pertama di musim ini adalah tidak memiliki balapan seperti di Jerez dan Barcelona, di mana Anda melakukan balapan tapi tidak mengerti apa yang tengah terjadi. Kami memang tertinggal di beberapa area, tapi kami bisa terus mencoba untuk lebih kompetitif,” pungkasnya.

Well, secara keseluruhan penampilan Valentino Rossi di seri pertama terbilang memuaskan. Tetapi, tentu saja, masih banyak balapan yang kudu ia buktikan untuk membungkam anggapan orang lain yang menyebutnya sudah usang dan tidak lagi bisa bersaing.

Kesempatan Rossi terbuka lebar pada seri selanjutnya di GP Argentina, karena di musim lalu ia sukses finish di posisi kedua.

 

Sumber: kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *