Perbedaan Cara Anies dan Ahok Tertibkan Tempat Hiburan di Jakarta

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Penutupan tempat hiburan Alexis kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya Pemprov DKI Jakarta akan menutup karoeke, live music, bar, dan restoran di Alexis yang kini berubah nama menjadi 4play.

 

 

Isu penutupan tempat hiburan malam itu muncul usai beredarnya surat dari Satpol PP DKI Jakarta yang menyebut akan menutup 4 tempat usaha Alexis pada Kamis 22 Maret 2018. Penutupan itu dilakukan lantaran ada praktik prostitusi di Alexis.

Namun, rencana penutupan itu ditunda lantaran Anies geram dengan bocornya surat rencana penutupan tersebut. Ia juga tidak sepakat dengan jumlah personel sebanyak 325 personel yang dinilai terlalu banyak seperti akan perang.

Usaha Pemprov DKI Jakarta untuk menindak tempat hiburan yang melanggar aturan tidak hanya dilakukan pada saat ini. Di era Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama misalnya. Ahok juga sempat menutup tempat hiburan yang terindikasi narkoba.

Namun, ada sejumlah perbedaan dari cara kedua pemimpin tersebut dalam menertibkan tempat hiburan. Berikut ini beberapa perbedaan yang dapat dirangkum, Jumat 23 Maret 2018.

 

Era Ahok

Selama menjabat sebagai Gubernur, terhitung Ahok sudah menutup 2 diskotek di Jakarta, yaitu Diskotek Stadium dan Diskotek Mille’s. Penutupan dilakukan lantaran kedua tempat tersebut terindikasi sebagai tempat peredaran narkoba.

Ahok mengatakan,, dalam pemerintahannya, setiap tempat hiburan malam yang terindikasi narkoba akan diberikan teguran selama dua kali. Jika tempat hiburan itu terbukti masih nekat mengedarkan narkoba, maka untuk ketiga kalinya, tempat itu harus ditutup.

“Pokoknya kalau di dalam diskotek anda, ada yang pakai narkoba, ketemu 2 kali, pasti kami tutup,” ucap Ahok, Selasa 11 Oktober 2016.

Pernyataan Ahok tentang aturan tempat hiburan itu tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan. Pada pasal 99 disebutkan, pengelola tempat hiburan malam yang melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan, dan pemakaian narkoba akan dikenai pencabutan izin usaha.

Dalam perda itu juga disebutkan, Pemprov DKI Jakarta dapat menutup tempat hiburan malam yang terbukti dua kali menjadi lokasi penyalahgunaan narkotik.

Selain diskotek, Ahok juga telah menutup kawasan prostitusi di Kalijodo, Jakarta Utara. Tidak tanggung-tanggung, Ahok membabat habis seluruh kawasan itu dan mengubahnya menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Ahok mengatakan, alasan utama ia menutup Kalijodo lantaran lokasi kawasan itu berada di jalur hijau.

“Kalijodo ini kan pelanggaran banyak. Perempuan diperjualbelikan enggak bisa keluar. Ada judi lagi dan (berada di) jalur hijau,” ujar Ahok di kawasan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Senin, 16 Januari 2017).

Menurut Ahok, prostitusi bukan alasan utama ia menertibkan kawasan Kalijodo. Sebab, meski ditertibkan tindak prostitusi itu hanya akan berpindah ke lokasi lain.

“Makanya saya katakan bagaimana tanah negara yang diperuntukkan sebagai lahan hijau harus diambil kembali,” tuturnya.

Alasan lain, Ahok menyebut, kejahatan prostitusi sulit dibuktikan, berbeda dengan kejahatan narkoba.

”Kalau yang prostitusi belum ada bukti. (Kalau) narkoba bisa (dibuktikan), tes darah atau kencing (air seni) ketahuan. Kalau orang lakukan seks, bagaimana orang ketahuan?” lanjut dia.

Alasan itu juga, yang membuat Ahok tidak bisa menutup Alexis. Menurut dia, selama dia menjabat sebagai gubernur, belum ada bukti tindak prostitusi yang dilakukan tempat hiburan itu.

Ahok juga mengatakan, surat izin dan administrasi dari Alexis sudah lengkap, sehingga tidak ada alasan bagi Ahok untuk menutupnya.

 

Era Anies

Di bulan pertama menjabat sebagai gubernur, Anies langsung memenuhi salah satu janjinya dengan menutup hotel dan griya pijat Alexis. Alasannya, karena pihaknya sudah menemukan bukti adanya tindak prostitusi di tempat hiburan mewah kalangan menengah ke atas itu.

Penutupan dua tempat hiburan di Alexis itu didasarkan pada surat edaran dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang ditandatangani oleh Kepala DPMPTSP Edi Junaedi tertanggal 27 Oktober 2017.

Selain Alexis, Anies juga sudah menutup dua diskotek yang terindikasi narkoba, yaitu Diskotek MG dan Diskotek Diamond. Kedua tempat hiburan itu, terbukti menjadi tempat yang terindikasi sebagai peredaran narkoba.

Kemudian belum lama ini, Anies menerbitkan Peraturan Gubernur tentang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Pergub itu diterbitkan sebagai turunan dari Perda yang ada tentang Kepariwisataan.

Ada beberapa poin yang dijelaskan dalam Pergub itu, salah satunya yaitu pada Pasal 54 Ayat (1) berbunyi:

Setiap pengusaha dan/atau manajemen perusahaan pariwisata yang terbukti tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 Ayat (2) huruf t berdasarkan hasil temuan di lapangan, informasi yang bersumber dari media massa dan/atau pengaduan masyarakat dengan melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan dan pemakaian narkotika dan/atau zat psikotropika lainnya di lokasi tempat usaha pariwisata dalam 1 (satu) manajemen dilakukan pencabutan TDUP secara langsung tanpa melalui tahapan sanksi teguran tertulis pertama, teguran tertulis kedua, teguran tertulis ketiga dan penghentian sementara kegiatan usaha.

Artinya, Pemprov DKI Jakarta dapat langsung menutup tempat usaha tersebut tanpa harus memberi peringatan, asalkan ada laporan dari media yang menyebutkan adanya pelanggaran dari tempat usaha itu, termasuk Alexis.

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Industri dan Pariwisata Disparbud DKI Jakarta Tony Bako.
“Laporan dari media massa ya, dan laporannya valid kan,” kata Toni saat dihubungi, Kamis 22 Maret 2018.

Melalui Pergub, Anies membuat definisi lebih luas soal menertibkan tempat hiburan malam, yaitu tidak hanya karena ada narkoba, namun bisa dengan laporan media. Baca Pergub dimaksud selengkapnya di sini.

 

Sumber: Kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *