KPK Menyiapkan Tuntutan Berat Untuk Setya Novanto

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, status Justice Collaborator (JC) Setya Novanto sudah dipersiapkan dalam surat tuntutan. Tim Jaksa KPK pun akan membacakan surat tuntutan untuk Setya Novnato, pada hari ini.

 

 

“Tentang JC, kalau dikabulkan akan dipertimbangkan di tuntutan. Jika tidak dikabulkan, maka akan dituntut berat sesuai dengan perbuatan terdakwa,” kata Febri pada saat dikonfirmasi, Kamis 23 Maret 2018.

Sementara itu, kata Febri, tuntutan untuk Setya Novanto sendiri sudah diajukan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke pimpinan KPK.

“Sudah diajukan (tuntutan untuk Setya Novanto) ke pimpinan,” pungkasnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail justru berharap tim Jaksa dapat menuntut bebas kliennya. Sebab, menurut Maqdir, tidak ada fakta persidangan yang menguatkan dakwaan.

“Kami berharap dituntut bebas, karena tidak ada fakta bahwa Pak SN melakukan intervensi terhadap penganggaran dan pengadaan sebagaimana dakwaan,” kata Maqdir pada saat dikonfirmasi terpisah.

Sebagaimana diketahui, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengagendakan sidang pembacaan tuntutan terhadap mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, pada hari ini.

Mantan Ketua Umum Golkar ini akan dituntut oleh Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Pada persidangan sebelumnya, Jaksa telah menghadirkam sejumlah saksi untuk menguatkan dakwaan Setya Novanto. Sejumlah saksi tersebut telah dikonfirmasi terkait keterlibatan Setya Novanto dalam perkara korupsi E-KTP.

Sejumlah keterangan dari saksi itu akan menjadi bahan pertimbangan Jaksa untuk melayangkan tuntutan. Pun terkait dengan sikap serta perbuatan Setya Novanto yang telah diuji kebenaran dalam persidangan sebelumnya.

Tidak hanya saksi dari Jaksa KPK, Setya Novanto pun telah menghadirkan sejumlah saksi yang meringankan. Saksi meringankan itu telah memberikan keterangannya untuk memperkecil putusan Hakim.

Sebelumnya, Setya Novanto ‎telah didakwa oleh Jaksa KPK. Dia didakwa merugikan negara sekira Rp2,3 triliun dari proyek pengadaan E-KTP, tahun anggaran 2011-2012. Setya Novanto selaku mantan Ketua Fraksi Golkar diduga mempunyai pengaruh penting untuk meloloskan anggaran proyek E-KTP yang sedang digodok oleh Komisi II DPR RI.

Atas perbuatannya, Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Sumber: Okezone

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *