Pidato Tahun Baru Kim Jong Un: Harapan Tercapainya Perdamaian di Semenanjung Korea

oleh -211 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – 1 Januari 2018, Kim Jong Un membuat komunitas internasional bertanya-tanya tatkala dia menyampaikan pidato di Tahun Baru.

 

 

Sebab, dalam pidatonya, Pemimpin Korea Utara itu mengajak tetangganya, Korea Selatan, untuk berdialog.

Kim berpandangan, baik Korea Utara maupun Korea Selatan harus mengesampingkan masa lalu dan meningkatkan relasi dalam usaha melakukan reunifikasi.

“Masing-masing harus menurunkan ketegangan di kalangan militer demi tercapainya kedamaian di Semenanjung Korea,” kata Kim Jong Un pada saat itu.

Kim kemudian menegaskan komitmennya dengan berujar akan mengirimkan delegasi untuk berpartisipasi di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 9-25 Februari.

Meskipun muncul berbagai spekulasi, gayung bersambut. Korea Selatan mengajukan 9 Januari sebagai momen untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi.

Sederet persiapan untuk menghelat pertemuan itu mulai dilakukan. Termasuk, memulihkan saluran komunikasi kedua negara.

Saat hari pertemuan di kawasan demiliterisasi Panmunjom, beberapa keputusan pun didapat. Antara lain Korea Utara akan mengirimkan delegasi yang terdiri dari para petinggi hingga tim seni.

Adapun Korea Selatan mengusulkan agar saat pesta pembukaan Olimpiade Musim Dingin, kedua negara akan berjalan berdampingan sambil membentangkan bendera persatuan.

Setelah pertemuan tingkat tinggi itu, Presiden Korea Selatan Moon Jae In menawarkan untuk menggelar pertemuan dengan Kim Jong Un.

Pertemuan tersebut, kata Moon, merupakan usaha untuk menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea. Yakni melalui denuklirisasi Korea Utara.

Seakan merespon pernyataan Moon, Kim kemudian mengutus adiknya, Kim Yo Jong, untuk menghadiri pesta pembukaan Olimpiade Musim Dingin.

Kedatangan Kim Yo Jong tersebut juga membawa surat sang kakak kepada Moon, yang berisi ajakan untuk menghelat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea.

Selama ini, KTT Antar-Korea hanya terjadi dua kali. Yakni pada 2000, dan 2007 yang semuanya berlangsung di ibu kota Korea Utara, Pyongyang.

Selepas kunjungan sang adik, Kim berujar sangat penting bagi kedua negara untuk melakukan rekonsiliasi dan dialog melalui momentum Olimpiade Musim Dingin.

Ajakan Kim untuk memulai KTT Antar-Korea Ketiga mulai disikapi serius oleh Moon. Dia berkata akan mengirim utusan untuk bertemu langsung dengan Kim Jong Un di Pyongyang.

Utusan itu berangkat pada 5 Maret, dan dipimpin oleh Kepala Keamanan Nasional Chung Eui Yong, dan Kepala Dinas Rahasia Suh Hoon.

Pertemuan yang berlangsung hingga 6 Maret itu kemudian memutuskan bahwa KTT Antar-Korea Ketiga bakal dihelat April.

Tidak hanya itu. Dalam pertemuan tersebut, Kim juga menegaskan komitmennya untuk melakukan denuklirisasi.

Dalam konferensi pers sepulangnya dari Pyongyang, Chung menjelaskan kalau keputusan Kim dibuat untuk menghormati wasiat terakhir mendiang ayahnya, Kim Jong Il.

Pertemuan awal untuk membahas KTT Antar-Korea Ketiga itu mulai dilaksanakan pada 29 Maret.

Dari hasil pertemuan tersebut, didapatkan keputusan Moon dan Kim akan menghelat pertemuan pada Jumat 27 April 2018 di Gedung Perdamaian di Panmunjom.

Seusai pertemuan tersebut, hubungan kedua negara semakin mencair yang ditandai dengan Girlband Korea Selatan, Red Velvet, menggelar pertunjukan di Pyongyang.

Sepekan sebelum KTT digelar, Kim Jong Un mengumumkan akan menghentikan program uji coba senjata nuklir dalam pertemuan Partai Buruh pekan lalu 20 April 2018.

Dalam pidatonya, Kim berujar kalau dunia sudah mengakui persenjataan nuklir yang dikembangkan Pyongyang.

“Karena itu, kita sudah tidak memerlukan lagi segala uji coba nuklir untuk rudal balistik antar-benua (ICBM), baik jarak menengah atau jauh,” beber Kim.

Jelang perhelatan KTT Antar-Korea, Korea Selatan mulai mengumumkan agenda apa saja yang akan dibahas di Panmunjom.

Di antaranya, Korea Selatan mengusulkan untuk mengumumkan berakhirnya Perang Korea yang berlangsung dari 1950 hingga 1953.

Secara teknis, kedua negara masih terlibat peperangan. Penghentian Perang Korea itu pun merupakan hasil dari Kesepakatan Gencatan Senjata yang ditandatangani di 27 Juli 1953, dan bersifat sementara.

Kemudian, Korea Selatan juga mengusulkan untuk dilakukan penarikan pasukan kedua negara yang selama ini berjaga di zona demiliterisasi.

Sumber: Kompas.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *