Donald Trump-Kim Jong Un Dikabarkan Bertemu di Singapura pada Juni

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan menggelar pertemuan di Singapura.

 

 

Kabar tersebut diembuskan media Korea Selatan, Chosun dan Yonhap, seperti dilansir South China Morning Post, Minggu 6 Mei 2018.

Dalam sepekan terakhir, Panmunjom diyakini mempunyai peluang besar akan menjadi lokasi perundingan Kim Jong Un dan Donald Trump.

Sebab, Donald Trump begitu terpukau dengan perhatian dunia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea yang digelar 27 April 2018 lalu.

Namun, sumber internal Korea Selatan menjelaskan bahwa Kim Jong Un dan Donald Trump sepakat untuk menunjuk Singapura sebagai pihak ketiga.

Selain itu, jadwal pertemuan pun mundur dari akhir Mei menjadi pekan ketiga Juni setelah pertemuan G7 di Kanada pada 8-9 Juni mendatang.

“Namun, ada peluang Panmunjom kembali dipertimbangkan mengingat Donald Trump yang begitu sulit diprediksi,” demikian laporan dari Chosun dan Yonhap.

Adapun Donald Trump pada pekan lalu, 4 Mei 2018, menyatakan bahwa tanggal pertemuannya dengan Kim Jong Un telah ditetapkan.

“Kami akan segera mengumumkannya,” tuturnya.

Kabar pertemuan itu terjadi setelah KTT yang dilakukan Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In menandatangani Deklarasi Panmunjom.

Dalam deklarasi itu, Korea Selatan dan Korea Utara sepakat untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea dan membawa era perdamaian di kawasan tersebut.

Sementara itu, China, sekutu utama Korea Utara, berusaha agar mereka tidak terpinggirkan selama proses negosiasi tentang Semenanjung Korea.

Pada Sabtu 5 Mei 2018, Direktur Komisi Luar Negeri China Yang Jiechi menelepon Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengenai perkembangan Semenanjung Korea terbaru.

Juru Bicara Kemenlu China Lu Kang menyatakan kepada Pompeo. Yang menegaskan krusialnya posisi Beijing dalam proses perdamaian Semenanjung Korea.

“Kami berharap semua pihak mempertimbangkan pendekatan ‘dua arah’ yang ditawarkan China, dan bekerja keras demi mendapatkan perdamaian di Semenanjung Korea,” kata Lu.

 

Sumber: Kompas

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *